Pabrikan jenama China, Chery, meluncurkan model terbaru mereka, Chery QQ3 EV pada 30 Maret. Mobil listrik ini hadir dalam empat varian dengan harga mulai 58.900 hingga 78.900 yuan, atau setara sekitar Rp145 jutaan hingga Rp195 jutaan.
Menariknya, model ini langsung mendapat respons positif dari pasar. Dalam waktu singkat setelah peluncuran, Chery mengklaim telah mengantongi 56.879 pemesanan berdasarkan data resmi perusahaan.
Berdasarkan laporan Car News China, mobil ini telah lebih dulu diperkenalkan melalui skema pre-order. Kehadirannya ditujukan untuk bersaing di segmen EV kompak, melawan model seperti Geely EX2 dan BYD Seagull atau BYD Atto1 untuk pasar Indonesia.
Dari sisi desain, QQ3 EV mengusung bahasa desain membulat yang disebut sebagai “square within round”. Tampilan depannya dilengkapi grille tertutup khas mobil listrik serta lampu LED berbentuk huruf Q yang memberi identitas unik.
Dimensinya cukup kompak dengan panjang 4.195 mm, lebar 1.811 mm, dan tinggi 1.573 mm, serta wheelbase 2.700 mm. Mobil ini juga tersedia dalam enam pilihan warna dengan opsi personalisasi pada bagian atap.
Masuk ke interior, kabin menawarkan tema warna hitam dan hijau dengan sistem kokpit pintar berbasis AI Lingxi. Pada varian atas, tersedia layar sentuh 15,6 inci beresolusi 2.5K yang dipadukan dengan panel instrumen 8,8 inci.
Sistem infotainment tersebut ditenagai chip Qualcomm Snapdragon 8155 dan sudah mendukung berbagai konektivitas seperti Apple CarPlay, Huawei HiCar, hingga Carlink. Selain itu, tersedia fitur perintah suara berbasis AI yang interaktif.
Fitur kabinnya juga tergolong lengkap, mulai dari jok depan dengan ventilasi dan pemanas, kunci Bluetooth, hingga fitur voice broadcast eksternal. Dari sisi kepraktisan, mobil ini menyediakan hingga 38 ruang penyimpanan.
Untuk performa, QQ3 EV menggunakan motor listrik penggerak roda belakang. Tersedia dua pilihan tenaga, yakni 58 kW dengan torsi 90 Nm dan 90 kW dengan torsi 115 Nm.
Sementara itu, pilihan baterainya terdiri dari 29,48 kWh dan 41,28 kWh dengan jarak tempuh masing-masing 310 km dan 420 km (CLTC). Pengisian cepat dari 30 persen ke 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 16,5 menit.
Tak hanya itu, mobil ini juga dibekali fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan output 3,3 kW hingga 6,6 kW. Artinya, kendaraan bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk perangkat eksternal.
Di sektor keselamatan, tersedia sistem bantuan berkendara opsional Falcon 500 yang ditenagai chip Horizon J6E. Fitur ini mendukung fungsi seperti navigasi jalan tol hingga parkir otomatis, menambah daya saing QQ3 EV di segmen mobil listrik kompak.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546948/original/050415000_1775394693-b5eeb213-8432-421f-846f-bde2f927aeb6.jpg)