Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi, Ribuan Liter Disita dari Darat hingga Perairan

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Pekanbaru, VIVA – Praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali terbongkar. Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengungkap penyalahgunaan Bio Solar di dua wilayah sekaligus, yakni Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu, 5 April 2026.

Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan lebih dari 10 ribu liter BBM ilegal serta sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan distribusi gelap.

Baca Juga :
Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Sebulan Imbas Kenaikan Harga BBM
Tekan Pengeluaran di Tengah Isu BBM, Ini Alternatif Transportasi yang Bisa Dicoba

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Ade Kuncoro, menegaskan pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran.

“Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menindak tegas praktik penyalahgunaan BBM subsidi. BBM bersubsidi adalah hak masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan, sehingga tidak boleh diselewengkan untuk kepentingan bisnis ilegal,” katanya.

Pengungkapan pertama dilakukan di sebuah bengkel di Jalan Lingkar, Kelurahan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan sekitar 5.000 liter Bio Solar yang disimpan dalam puluhan jerigen dan baby tank berkapasitas besar.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan satu tersangka berinisial ANM yang berperan sebagai pembeli, pengumpul, sekaligus penjual BBM ilegal. Modusnya, tersangka membeli BBM dari para pelangsir yang mengisi di SPBU menggunakan kendaraan truk, lalu mengumpulkannya sebelum dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Polisi Teddy Ardian, mengungkap praktik ini sudah berjalan sekitar dua bulan dengan pola yang cukup rapi.

“BBM dibeli dari pelangsir dengan harga sekitar Rp280 ribu per jerigen ukuran 33 liter, kemudian dijual kembali antara Rp290 ribu hingga Rp300 ribu. Keuntungan memang terlihat kecil per jerigen, namun jika dikumpulkan dalam jumlah besar, nilainya signifikan,” tutur Teddy.

Ia menambahkan, tersangka menggunakan berbagai modus untuk mengakali sistem, termasuk memanfaatkan kendaraan dengan pelat nomor berbeda saat mengisi BBM di SPBU. Bahkan, pasar yang disasar adalah wilayah pedalaman, termasuk kebutuhan truk pengangkut kayu yang kesulitan mendapatkan BBM resmi.

Sementara itu, pengungkapan kedua dilakukan di Desa Rotan Semelur, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Polisi menemukan kapal kayu KM Surya yang mengangkut Bio Solar tanpa dokumen resmi.

Baca Juga :
Jokowi Puji Langkah Prabowo Tak Naikkan Harga BBM: Keputusan Berani Meski Berisiko
Dari Pangkas Pajak BBM hingga WFH, Ini Jurus Dunia Redam Krisis Energi
Harga BBM Naik, Deretan Negara Ini Gratiskan Transportasi Umum demi Ringankan Beban Warga

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebaran Betawi 2026 digelar di Lapangan Banteng Jakpus 10-12 April
• 40 menit laluantaranews.com
thumb
Terkuak! Pemain Italia Minta Bonus Besar Sebelum Gagal ke Piala Dunia 2026
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
6 Aktor Langganan Main Drama Korea Rating Tinggi, Siapa Saja?
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Evaluasi Total Misi Perdamaian PBB
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
BGN Batalkan Izin SPPG Cakung Timur, Lokasi Dekat Tumpukan Sampah
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.