Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya siap menghadapi tekanan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal itu disampaikan Araghchi dalam percakapan teleponnya dengan Menlu Pakistan Mohammad Ishaq Dar pada Minggu (5/4).
Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik kawasan dan ultimatum Presiden AS Donald Trump terkait Selat Hormuz yang harus dibuka pada Senin (6/4) dan ditolak Iran.
Menurut laporan AlJazeera, Araghchi menyampaikan langsung sikap tersebut kepada Ishaq Dar, yang juga merupakan Wakil Perdana Menteri Pakistan, saat membahas situasi terbaru di Timur Tengah.
Kantor berita Fars melaporkan, Araghchi menyebut AS dan Israel sebagai pihak yang "bertanggung jawab" atas instabilitas kawasan dan dampaknya secara global.
Ia juga menegaskan Iran memiliki tekad kuat untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya, termasuk dengan "menggunakan segala cara".
Di sisi lain, Pakistan mengambil posisi mendorong penyelesaian damai. Ishaq Dar menekankan pentingnya negosiasi dan perlunya melanjutkan konsultasi untuk meredakan ketegangan.
Sejumlah laporan juga menyebut Pakistan aktif berperan sebagai penghubung komunikasi dalam upaya diplomasi di tengah kebuntuan konflik.





