Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, erupsi pada Minggu (5/4) dini hari sekitar pukul 02.02 WIB. Erupsi ini menghasilkan kolom abu 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan keterangan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, kolom abu itu teramati berwarna kelabu menuju arah barat.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 3 menit 29 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, kepada wartawan.
Selain itu, letusan Semeru ini disertai awan panas dengan jarak luncur 3,5 km dari puncak.
Pos Pengamatan Gunung Semeru menuturkan, status Gunung Semeru saat ini berada pada Status Level III atau siaga. Ada 3 rekomendasi yang dikeluarkan untuk masyarakat.
Berikut rekomendasinya:
Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.





