Jakarta: Restorasi lahan mangrove di pesisir Indonesia menjadi langkah strategis dalam upaya pemulihan ekosistem pesisir. Indonesia memiliki sekitar 3,36 juta hektar hutan bakau, terluas di dunia. Namun, luas hutan bakau terus menyusut setiap tahun akibat konversi lahan dan abrasi.
Menyikapi kondisi tersebut, PT Andalan Artha Primanusa (Andalan) perusahaan jasa pertambangan nasional, mengumumkan komitmen restorasi ekosistem mangrove selama lima tahun ke depan. Perusahaan menjalin kolaborasi dengan Jejakin, perusahaan teknologi iklim berbasis di Indonesia, sebagai langkah konkret dalam pemulihan lingkungan pesisir.
Direktur Operasional Andalan, Hanny Irawan, menyatakan keberlanjutan menjadi bagian dari cara perusahaan bertumbuh. Ia menegaskan setiap langkah bisnis juga harus memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan.
"Keberlanjutan adalah bagian dari cara kami bertumbuh. Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah bisnis kami juga memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan," ujar Hanny di Jakarta, Sabtu, 4 April 2026.
Baca Juga :
3.124 Hektare Lahan Mangrove Ditanam di Pesisir Sumut dan Riau
Seluruh proses restorasi akan dipantau menggunakan platform Jejakin yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan sensor lapangan. Setiap pohon bakau yang ditanam akan dilacak pertumbuhannya secara berkala. Data hasil pemantauan dapat diakses publik melalui dashboard terbuka.
Pendekatan ini memastikan proses restorasi tidak berhenti di tahap penanaman, tetapi terukur hingga dampak jangka panjang. Founder dan CEO Jejakin, Arfan Arlanda, menjelaskan restorasi lingkungan membutuhkan konsistensi dan transparansi. Dengan teknologi, setiap upaya yang dilakukan dapat memberikan dampak yang terukur.
"Restorasi lingkungan membutuhkan konsistensi dan transparansi. Dengan teknologi, kita bisa memastikan bahwa setiap upaya yang dilakukan benar-benar memberikan dampak yang terukur," ujar Arfan.
PT Andalan Artha Primanusa (Andalan) perusahaan jasa pertambangan nasional, mengumumkan komitmen restorasi ekosistem mangrove selama lima tahun ke depan Bersama Jejakin, perusahaan teknologi iklim berbasis di Indonesia. Istimewa
Di luar manfaat ekologis, program restorasi ini dirancang untuk melibatkan masyarakat lokal di wilayah restorasi. Masyarakat dilibatkan mulai dari proses pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan. Dengan demikian, program ini menciptakan peluang ekonomi langsung bagi komunitas pesisir.
Restorasi mangrove di pesisir Indonesia tidak hanya menyelamatkan ekosistem dari abrasi dan konversi lahan, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat. Kolaborasi antara sektor swasta, perusahaan teknologi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pemulihan lingkungan pesisir secara berkelanjutan.




