Jakarta, tvOnenews.com - Marc Marquez terang-terangan mengakui bahwa dirinya dan Ducati masih tertinggal dalam persaingan di MotoGP 2026, terutama dari dominasi Marco Bezzecchi bersama Aprilia.
Bezzecchi kembali menunjukkan performa impresif dengan meraih kemenangan di Circuit of The Americas (COTA), yang menjadi kemenangan beruntun kelimanya sejak akhir musim lalu sekaligus yang ketiga musim ini.
- Reuters
Sebaliknya, Marquez masih kesulitan menemukan performa terbaik. Dalam Sprint Race di COTA, ia gagal finis optimal setelah terjatuh dan hanya berada di posisi ke-17.
Sementara di balapan utama, ia finis kelima setelah harus menjalani long lap penalty.
Situasi ini membuat Marquez kini tertinggal cukup jauh di klasemen, dengan Bezzecchi memimpin dan dirinya berada di posisi kelima.
Marquez pun secara terbuka mengakui bahwa timnya harus segera melakukan perbaikan jika ingin kembali bersaing di barisan depan.
“Bez sedang dalam performa luar biasa dan sulit dihentikan, sementara kami harus memperbaiki diri. Ketika Anda melangkah maju, kepercayaan diri meningkat dan Anda bisa melaju lebih cepat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perbedaan performa Ducati antara Sprint dan balapan utama yang dinilai masih belum konsisten.
“Kami harus mencari tahu kenapa kami tidak punya kecepatan pada hari Minggu, sementara di Sprint kami bisa bersaing dan mendekati Aprilia. Sebaliknya, mereka justru lebih cepat dan konsisten di Grand Prix,” lanjutnya.
Selain faktor teknis, Marquez mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya juga belum sepenuhnya pulih, terutama akibat cedera bahu kanan yang masih memengaruhi performanya.
Cedera tersebut berasal dari insiden musim lalu dan kembali terasa setelah ia mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas di COTA.
“Setelah cedera, kondisi 100 persen itu selalu berbeda. Benturan di lengan kanan saya pada hari Jumat juga tidak membantu. Namun, sekarang saya punya waktu tiga minggu untuk memulihkan diri,” tutupnya.
Dengan jeda balapan yang cukup panjang, Marquez berharap dapat memaksimalkan pemulihan fisiknya sekaligus membantu Ducati menemukan solusi untuk kembali kompetitif di seri berikutnya.




