PT Andalan Artha Primanusa (Andalan), perusahaan jasa pertambangan nasional, mengumumkan komitmen restorasi ekosistem mangrove selama lima tahun ke depan melalui kolaborasi dengan Jejakin, perusahaan teknologi iklim berbasis di Indonesia. Inisiatif ini menjadi langkah konkret Andalan dalam memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pemulihan lingkungan pesisir.
Seperti diketahui,Indonesia memiliki sekitar 3,36 juta hektar hutan bakau, terluas di dunia, namun kehilangan rata-rata puluhan ribu hektar setiap tahunnya akibat konversi lahan dan abrasi. Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor sumber daya alam, ANDALAN memandang restorasi bakau bukan sekadar inisiatif CSR, melainkan bagian integral dari tanggung jawab operasional perusahaan.
"Keberlanjutan adalah bagian dari cara kami bertumbuh. Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah bisnis kami juga memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan," ujar Hanny Irawan, Direktur Operasional Andalan dalam keterangannya hari ini.
Baca juga : Mangrove Impact Fellowship 2026: Perkuat Kolaborasi Global Demi Kelestarian Pesisir
Dijelaskan bahwa seluruh proses restorasi akan dipantau menggunakan platform Jejakin yang menggabungkan teknologi AI dan sensor lapangan. Setiap pohon bakau yang ditanam akan dilacak pertumbuhannya secara berkala, dengan data yang dapat diakses publik melalui dashboard terbuka. Pendekatan ini memastikan bahwa komitmen Andalan tidak berhenti di penanaman, tetapi terukur hingga dampak jangka panjang.
"Restorasi lingkungan membutuhkan konsistensi dan transparansi. Dengan teknologi, kita bisa memastikan bahwa setiap upaya yang dilakukan benar-benar memberikan dampak yang terukur," ujar Arfan Arlanda, Founder dan CEO Jejakin.
Di luar manfaat ekologis, program ini juga dirancang untuk melibatkan masyarakat lokal di wilayah restorasi, mulai dari proses pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan, sehingga menciptakan peluang ekonomi langsung bagi komunitas pesisir. (H-2)





