Kampung Pekijing perkuat PP Tunas lewat permainan tradisional

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Serang (ANTARA) - Kampung Pekijing, Kota Serang, Banten, memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pelindungan Anak di Lingkungan Digital atau PP Tunas melalui penguatan literasi dan pelestarian permainan tradisional.

"Langkah ini diambil sebagai upaya nyata membatasi ketergantungan anak terhadap media sosial serta gawai di tingkat akar rumput," kata Pengelola Perpustakaan Pekijing, Bayu Ibrahim, di Serang, Minggu.

Ia mengungkapkan bahwa inisiatif pengenalan permainan tradisional yang dimulai sejak 2023 terbukti efektif mendukung semangat PP Tunas. Dengan mengalihkan perhatian anak ke aktivitas fisik yang komunal, interaksi digital yang berlebihan dapat ditekan secara alami.

"Kami bersyukur langkah kami sejalan dengan upaya pemerintah melalui PP Tunas dalam membatasi media sosial. Permainan tradisional terbukti sangat efektif, anak-anak kini lebih asyik bermain bersama secara fisik dan mulai meninggalkan ketergantungan pada HP," ujar Bayu.

Baca juga: Psikiater: Kedekatan orang tua dengan anak berperan dukung PP Tunas

Sebagai bentuk perlindungan anak di dunia maya, pihak perpustakaan juga melakukan pengawasan literasi digital secara berkala. Atas permintaan orang tua, tim penggerak yang terdiri dari 10 pemuda setempat melakukan pemantauan konten pada ponsel anak-anak guna memastikan mereka tidak terpapar dampak negatif internet atau grup daring yang tidak semestinya.

Bayu menegaskan bahwa proses ini dilakukan secara persuasif dengan memberikan edukasi mengenai dampak positif dan negatif teknologi kepada anak-anak setiap tiga bulan sekali.

Dukungan penuh datang dari para orang tua yang merasa terbantu dengan adanya pembatasan gawai melalui kegiatan baca dan bermain ini.

Madi, salah satu orang tua di Kampung Pekijing, mengaku perubahan karakter dan akademik anaknya sangat terasa sejak aktif di perpustakaan.

Baca juga: Praktisi: PP Tunas upaya preventif hadapi dampak buruk medsos

"Saya sangat terbantu dengan kegiatan ini. Anak saya kini menjadi rajin belajar dan berhasil meraih peringkat di sekolah. Penggunaan HP pun sudah jauh berkurang dibanding sebelumnya," kata Madi.

Berkat konsistensi dalam mengawal literasi dan perlindungan anak, Kampung Pekijing telah meraih berbagai penghargaan nasional dan provinsi. Selain dinobatkan sebagai Ruang Bersama Indonesia (RBI) pada 2025, kampung ini juga menyabet predikat Perpustakaan Desa Terbaik tingkat Provinsi Banten dan mencetak Pustakawan Terbaik tingkat nasional.

Kombinasi antara aturan pemerintah dan kearifan lokal di Kampung Pekijing kini menjadi percontohan bagi lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak di era transformasi digital.

Baca juga: Kesuksesan PP Tunas bisa jadi acuan negara lain batasi anak di medsos

Baca juga: Peneliti: PP Tunas jadi pelopor ketegasan regulasi di Asia Tenggara


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Minggu 5 April 2026
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Warga Palestina di Gaza Gelar Salat Gaib untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Pendanaan Isu Ijazah Jokowi, Siap Lapor ke Bareskrim
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Hasil IBL: Dewa United Hentikan 13 Kemenangan Beruntun Pelita Jaya
• 24 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Preview Inter Milan vs AS Roma: Misi Nerazzurri Jaga Takhta di Giuseppe Meazza
• 8 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.