Jumlah Maksimal Simpan Uang Cash di Rekening Menurut Ahli Keuangan

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah kemudahan akses investasi saat ini, kebiasaan menyimpan uang di bank mulai ditinggalkan sebagian orang. Meski demikian, prinsip cash is king tetap relevan. Uang tunai masih dianggap sebagai aset paling aman, terutama saat kondisi ekonomi tidak menentu atau krisis.

Lantas, berapa idealnya jumlah uang tunai yang perlu disimpan?

Baca: Aturan Terbaru Pinjol, Cek Syarat Debt Collector Boleh Tagih Utang

Para perencana keuangan umumnya menyarankan agar dana di rekening cukup untuk menutup kebutuhan atau tagihan selama satu bulan. Menyimpan terlalu banyak uang tunai justru memiliki risiko, seperti fraud, inflasi yang menggerus nilai uang, hingga potensi kesalahan transaksi.


"Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan seperti kartu kredit," yang berarti bahwa "dana bisa lebih sulit untuk dikembalikan" jika kartu Anda dibobol, ucap Jessica Goedtel, perencana keuangan bersertifikat di Pennsylvania, dilansir CNBC Make It.

Karena itu, menimbun uang tunai dalam jumlah besar di rekening bukanlah langkah yang bijak. Bahkan, menurut Gregory Guenther, cukup simpan dana untuk kebutuhan satu hingga dua minggu saja di rekening, sementara sisanya bisa dialokasikan ke instrumen yang lebih produktif.

Baca: Pakar Keuangan Ungkap Nilai Tabungan Ideal Usia 30, 40, dan 50 Tahun

"Jika terlalu sedikit, Anda akan merasa cemas tentang setiap gesekan; tapi jika terlalu banyak, Anda akan kehilangan pertumbuhan dalam akun dengan imbal hasil yang lebih tinggi. Titik yang tepat bersifat pribadi, tetapi itu akan membuat Anda hidup tanpa harus memeriksa ulang saldo Anda sebelum membeli bahan makanan," tegas Gregory.

Meskipun menjaga saldo uang tunai yang sehat dapat membantu Anda terhindar dari biaya admin bank yang biasanya cukup membuat garuk-garuk kepala, dana tersebut bukanlah pengganti tabungan dana darurat.

Tabungan darurat dimaksudkan untuk pengeluaran besar yang tak terduga, seperti tagihan medis atau kehilangan pekerjaan.

Perencana keuangan biasanya menyarankan untuk menyisihkan tabungan darurat yang nilainya setara tiga hingga enam bulan di tempat terpisah yang mudah diakses, seperti rekening tabungan berbunga tinggi. Dengan begitu, uang tersedia saat Anda membutuhkannya kapanpun dan tanpa risiko.

 

 


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Jelang Mudik & Lebaran, BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seruan Damai dari Vatikan, Paus Leo XIV Ingatkan Bahaya Konflik Global
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perayaan Paskah 2026 Aman dan Tertib, Tokoh Agama Apresiasi Polda Sumsel
• 2 jam laludetik.com
thumb
Menag Nasaruddin Umar: Selamat Hari Raya Paskah 2026, Doakan Kedamaian Bangsa
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Jelang Nikah, Syifa Hadju dan El Rumi Pamer Foto Prewedding Pakai Adat Gorontalo, Maia Estianty: Ah Gak Sabar!
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Baru Meluncur Chery QQ3 EV Langsung Catat 56 Ribu Pesanan
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.