Kisah Abdullah bin Salam, Pemuka Agama Yahudi yang Masuk Islam Usai Uji Nabi Muhammad

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kisah Abdullah bin Salam masuk Islam menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW di Madinah. Seorang pemuka agama Yahudi yang dikenal luas karena keilmuannya ini akhirnya memeluk Islam setelah mendapatkan jawaban atas tiga pertanyaan mendasar yang diyakininya hanya dapat dijawab oleh seorang nabi.

Kejujuran dan kebenaran jawaban Nabi Muhammad SAW membuat hatinya mantap bersaksi atas kerasulan beliau.

Baca Juga
  • AS Pindahkan Hampir Seluruh Persediaan Rudal Jelajah JASSM-ER, Pertahanan Sekutu Kosong?
  • Laporan: Iran Hancurkan Pesawat C-130 Milik AS
  • MUI Desak PBB Bertindak Usai Israel Terapkan Hukuman Mati Bagi Anak Palestina

Abdullah bin Salam bin Harits, yang biasa dipanggil Abu Yusuf, adalah pemuka agama Yahudi yang kemudian memeluk Islam. Sebelum masuk Islam, Abdullah bin Salam bernama Hushain. Setelah memeluk Islam, Rasulullah SAW menamainya Abdullah.

Abdullah bin Salam berasal dari keturunan Yusuf bin Ya’kub bin Ishak bin Ibrahim. Kaumnya merupakan sekutu Bani ‘Auf bin Khazraj di Madinah. Ia adalah salah satu pemimpin dan ulama besar Yahudi di Madinah dan masuk Islam saat Nabi Muhammad SAW tiba di kota tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Abdullah bin Salam bercerita, “Saat Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, orang-orang berbondong-bondong mendatangi beliau. Aku termasuk salah satu di antaranya. Ketika pertama kali melihat wajah beliau, aku berkesimpulan bahwa wajah beliau bukanlah wajah seorang pendusta.”

“Saat itu aku mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda: ‘Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, sambunglah tali silaturahim, berilah makan orang lain, dan shalatlah pada malam hari ketika manusia sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan damai.’”

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Pesisir Jakarta Pada 5-9 April 2026, Ini Penyebabnya
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
SBY Berduka atas Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon: Hati Saya Tergetar...
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Pesan Paskah Megawati: Jadilah Terang dan Kasih di Tengah Kegelapan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Sesulit Itukah Kawasan Afrika Mendapatkan Keamanan karena Kelompok Bersenjata?
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Ribuan Warga Gelar Aksi Depan Kedubes AS, Doakan 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
• 12 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.