Gunungan Sampah di Depan SPPG Cakung Timur Diangkut 6 Truk

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Gunungan sampah di depan SPPG Cakung Timur di Jalan Cakung-Cilincing Raya, Jakarta Timur, mulai dibersihkan hari ini, Minggu (5/4/2026).

Di sisi kanan, terparkir dua truk pengangkut berwarna oranye. Di sisi kiri terparkir truk power press.

Tepat di samping gunungan sampah yang berangsur berkurang, alat berat jenis wheel loader yang memindahkan sampah dari tumpukannya ke dalam boks truk.

 Baca juga: BGN Batalkan Izin SPPG Cakung Timur, Lokasi Dekat Tumpukan Sampah

Bau menyengat masih tercium. Lalat-lalat juga masih mengerubungi sampah di setiap sudutnya.

Di sekitar, tampak petugas pengangkut sampah datang silih berganti dengan gerobaknya.

Menurut pengangkut sampah warga, setidaknya ada enam truk sampah yang sejak siang mengangkut sampah-sampah itu ke TPST Bantargebang.

“Ada enam kalau dari tadi, ini juga karena banyak (sampahnya). Biasanya cuma satu yang press itu,” kata seorang petugas sampah, Amri, ditemui di lokasi, Minggu.

Dia menjelaskan, sampah di TPS untuk warga RW 003 ini biasanya tak sebanyak itu. Menurut dia, penumpukan terjadi karena beberapa hal.

Pertama, momen Lebaran membuat warga memproduksi sampah lebih banyak. Kedua, pembatasan kuota pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang.

“Kalau Lebaran memang biasanya banyak. Lebarannya sehari, numpuknya bisa hampir sebulan,” kata dia.

Baca juga: SPPG Baru di Cakung: Dapur MBG Dekat Sampah, Kini Izinnya Dicabut

Sementara bangunan SPPG di belakangnya yang viral karena lokasinya yang tak higienis tampak tak ada aktivitas. Area bangunan SPPG itu kini tertutup dengan seng pembatasnya.

Para pengangkut sampah berharap agar TPS ini tidak dipindahkan demi membangun SPPG baru. Sebab mereka sudah berpuluh-puluh tahun menyandarkan hidup dengan mengangkut sampah dari rumah ke rumah.

“Karena kan duluan ada TPS-nya. Kalaupun mau dipindahkan, ke mana? Sekarang gini aja, pemerintah mau nyelamatin yang mana? Karena kan sama-sama punya pemerintah,” ujar tukang sampah lainnya, Firman.

Menurut dia, selain warga RW 003, masih banyak warga luar yang sering membuang sampah di sini.

Dia menduga, warga-warga lain menghindar untuk membayar uang kebersihan dan mengira TPS ini gratis.

Dia menunjuk satu mobil sedan hitam yang berhenti di pinggir jalan untuk menurunkan satu plastik sampah hitam.

Baca juga: Sampah Menggunung Setinggi 2 Meter di Depan Bangunan SPPG Cakung Timur

Plastik sampah itu diserahkan pada seorang petugas, lalu ditinggalkan oleh pengemudi itu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Tuh lihat aja, mobilnya bagus, orang kaya tapi buang sampahnya ke sini,” kata Firman.

Hal itu, menurut dia, juga menjadi faktor banyaknya sampah di sana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dunia Protes Tuntut Gencatan Senjata
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Panglima TNI Pimpin Pemakaman Mayor Zulmi di TMP Cikutra Bandung
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemotor Tewas Terlindas Truk di Jalan Martadinata Jakarta Utara Usai Terpeleset
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Menteri LH Akui Sulit Tangani Sampah Laut karena Biaya dan Luas Wilayah
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Foto: Warga Gelar Doa di Depan Kedubes AS untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.