EtIndonesia. Ibu kota Abu Dhabi di Uni Emirat Arab pada Jumat (3 April) berhasil mencegat satu gelombang serangan udara dengan sistem pertahanan. Namun, puing-puing yang jatuh menyebabkan sedikitnya 12 orang terluka.
Menurut laporan AFP, Kantor Media Abu Dhabi menyatakan melalui media sosial X bahwa insiden yang terjadi di wilayah Ajban menyebabkan 6 warga Nepal dan 5 warga India mengalami luka ringan, serta 1 warga Nepal mengalami luka serius.
Sebelumnya, Kantor Media Abu Dhabi juga menyebutkan bahwa setelah sistem pertahanan udara berhasil mencegat serangan, puing-puing yang jatuh memicu kebakaran dan memaksa penutupan sementara sebuah fasilitas gas alam di dalam wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya di media sosial X, disebutkan: “Setelah sistem pertahanan udara berhasil mencegat serangan, pihak berwenang sedang menangani insiden jatuhnya puing di fasilitas gas Habshan. Selama penanganan kebakaran, fasilitas tersebut dihentikan operasinya. Saat ini belum ada laporan korban jiwa.”
Menurut laporan Associated Press, Iran meluncurkan rudal ke arah Israel dan negara-negara Teluk, sementara Israel dan Amerika Serikat terus melakukan serangan udara ke wilayah Iran. Sejumlah negara termasuk Israel, Bahrain, dan Kuwait telah mengeluarkan peringatan serangan rudal, meskipun dalam beberapa kasus belum jelas apakah target tertentu benar-benar terkena serangan.
Dilaporkan rudal dan drone Iran menyerang infrastruktur penting di Kuwait. Pada Jumat, sebuah kilang minyak dibakar, dan sebuah fasilitas desalinasi air laut mengalami kerusakan. Sebelumnya, otoritas Kuwait menyatakan bahwa sebuah kilang minyak diserang drone hingga memicu kebakaran, namun tidak ada laporan korban jiwa.
Serangan semacam ini kini telah meluas ke infrastruktur penting di kawasan Teluk, termasuk sektor energi dan pasokan air, sebagai bagian dari eskalasi konflik yang semakin besar.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa militer AS akan terus melancarkan “serangan berat” terhadap Iran dalam beberapa minggu ke depan. Penempatan angkatan laut AS juga telah disesuaikan, dengan beberapa kapal induk telah ditempatkan atau sedang menuju kawasan Timur Tengah. (Hui)
Reporter NTD Television Liu Jiajia





