EtIndonesia. Beberapa tahun terakhir, ekspansi angkatan udara Partai Komunis Tiongkok (PKT) berlangsung sangat pesat. Menurut citra satelit komersial, PKT tidak hanya mengembangkan pesawat tempur baru, tetapi juga secara besar-besaran memperluas pabrik industri militernya. Para ahli memperingatkan bahwa dengan kecepatan seperti ini, dalam beberapa tahun ke depan PKT mungkin akan memiliki jumlah pesawat tempur terbanyak di dunia, yang mana dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan regional maupun global.
Menurut artikel terbaru yang diterbitkan oleh Air & Space Forces Magazine, kini siapa pun dapat melihat dengan jelas perubahan cepat kekuatan militer PKT melalui citra satelit komersial.
Para ahli menggunakan foto satelit dari perusahaan seperti Planet Labs untuk mengungkap ekspansi luar biasa angkatan udara PKT.
Pada akhir Oktober 2025, citra satelit menunjukkan bahwa di Pangkalan Udara Hotan di Xinjiang terdapat 24 jet tempur J-16 dan 12 jet siluman J-20, serta sejumlah pesawat pengebom dan pesawat peringatan dini—sebuah skala yang sangat jarang terlihat.
Analisis menunjukkan bahwa ini merupakan bagian dari latihan militer tahunan “Red Sword” milik PKT. Latihan tersebut mencakup area lebih dari 1.200 mil laut dan melibatkan sekitar 200 hingga 250 pesawat tempur dalam satu waktu, dengan skala yang sebanding dengan latihan “Red Flag” milik Amerika Serikat.
Selain itu, citra satelit juga menunjukkan perluasan besar-besaran pabrik pesawat tempur PKT. Perusahaan Chengdu Aircraft Corporation, yang memproduksi jet siluman J-20, setelah menambah fasilitas baru diperkirakan mampu memproduksi 100 hingga 120 pesawat tempur per tahun.
Di dekat pabrik di Shenyang, juga dibangun fasilitas besar baru yang khusus memproduksi jet siluman J-35. Total tambahan ruang produksi melebihi 8 juta kaki persegi, bahkan lebih besar dibandingkan seluruh fasilitas produksi F-35 milik Lockheed Martin.
Para ahli memperingatkan bahwa dengan laju seperti ini, pada tahun 2028–2029 jumlah total pesawat tempur angkatan udara dan angkatan laut PKT bisa melampaui Amerika Serikat.
PKT dinilai tidak hanya mempersiapkan diri untuk kemungkinan serangan terhadap Taiwan, tetapi juga mengumpulkan kekuatan untuk ambisi dominasi global. Oleh karena itu, Angkatan Udara AS perlu melakukan persiapan lebih awal.
Reporter NTD Television Liu Jiajia melaporkan dari Amerika Serikat.




