Wina (ANTARA) - Kepala Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) pada Sabtu (4/4) mengatakan lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan area sekitarnya sama sekali tidak boleh diserang, menyusul terjadinya serangan keempat di dekat PLTN Iran.
Melalui platform media sosial X, IAEA menyatakan bahwa berdasarkan informasi dari Iran, sebuah proyektil menghantam area di sekitar PLTN Bushehr pada Sabtu pagi waktu setempat. Hal ini merupakan insiden serupa keempat dalam beberapa pekan terakhir, kata IAEA.
Seorang staf yang berada di lokasi tersebut tewas akibat pecahan proyektil, sementara sebuah bangunan di lokasi tersebut terdampak oleh gelombang kejut dan serpihan, tutur IAEA, mengutip otoritas Iran. Tidak ada laporan mengenai kenaikan tingkat radiasi, kata badan tersebut.
Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran selatan pada 20 Agustus 2010 (ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz) Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas insiden tersebut, seraya menekankan bahwa lokasi PLTN atau area sekitarnya "sama sekali tidak boleh diserang." Dia memperingatkan bahwa bangunan fasilitas penunjang di lokasi tersebut mungkin berisi peralatan keselamatan yang vital.
Grossi kembali menekankan betapa pentingnya memastikan keamanan dan keselamatan nuklir selama konflik, serta menyerukan menahan diri secara maksimal atas segala aksi militer guna menghindari risiko terjadinya kecelakaan nuklir.
Fasilitas nuklir Iran telah diserang beberapa kali sejak militer gabungan Israel-Amerika Serikat memulai serangannya terhadap negara di Timur Tengah tersebut pada 28 Februari.
Melalui platform media sosial X, IAEA menyatakan bahwa berdasarkan informasi dari Iran, sebuah proyektil menghantam area di sekitar PLTN Bushehr pada Sabtu pagi waktu setempat. Hal ini merupakan insiden serupa keempat dalam beberapa pekan terakhir, kata IAEA.
Seorang staf yang berada di lokasi tersebut tewas akibat pecahan proyektil, sementara sebuah bangunan di lokasi tersebut terdampak oleh gelombang kejut dan serpihan, tutur IAEA, mengutip otoritas Iran. Tidak ada laporan mengenai kenaikan tingkat radiasi, kata badan tersebut.
Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran selatan pada 20 Agustus 2010 (ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz) Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas insiden tersebut, seraya menekankan bahwa lokasi PLTN atau area sekitarnya "sama sekali tidak boleh diserang." Dia memperingatkan bahwa bangunan fasilitas penunjang di lokasi tersebut mungkin berisi peralatan keselamatan yang vital.
Grossi kembali menekankan betapa pentingnya memastikan keamanan dan keselamatan nuklir selama konflik, serta menyerukan menahan diri secara maksimal atas segala aksi militer guna menghindari risiko terjadinya kecelakaan nuklir.
Fasilitas nuklir Iran telah diserang beberapa kali sejak militer gabungan Israel-Amerika Serikat memulai serangannya terhadap negara di Timur Tengah tersebut pada 28 Februari.





