Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Demak
Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mulai berangsur surut. Namun, di tengah perkembangan tersebut, satu korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui seorang anak perempuan berusia delapan tahun, warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur. Ia ditemukan setelah sempat dinyatakan hilang saat banjir terjadi pada Jumat, 3 April 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Demak pada Minggu, 5 April 2026 pukul 12.00 WIB, kondisi genangan di lima kecamatan terdampak kini menurun signifikan.
"Ketinggian air di kawasan permukiman rata-rata tersisa sekitar 5 hingga 10 sentimeter. Seiring surutnya air, jumlah pengungsi juga menurun drastis," kata Muhari dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 5 April 2026.
Per Sabtu, 4 April 2026 pukul 12.00 WIB, tercatat hanya 12 jiwa yang masih mengungsi, sementara sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing. Pengungsi yang tersisa masih bertahan di Madrasah Diniyah Sindon.
"Upaya penanganan darurat terus dilakukan, terutama pada titik-titik tanggul yang jebol. Di Dusun Soloware, Desa Trimulyo, perbaikan dilakukan dengan memasang 300 jumbo bag, 400 sesek, serta 50 batang pancang bambu dan 50 batang glugu. Pekerjaan ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 10 hari," ucap Muhari.
Sementara itu, penanganan tanggul jebol di Dusun Solondoko, Desa Trimulyo, serta Desa Sidoharjo dilakukan secara paralel dengan menggunakan 600 jumbo bag, 600 sesek, serta 90 batang pancang bambu dan 90 batang glugu. Perbaikan di lokasi tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 14 hari.
Sebelumnya, banjir yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan dan meluapnya Sungai Tuntang sempat menyebabkan ribuan warga mengungsi.
Data pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 9.00 WIB mencatat sebanyak 2.839 jiwa tersebar di berbagai titik pengungsian, seperti masjid, kantor kecamatan, hingga balai desa.
Banjir juga berdampak pada delapan desa di empat kecamatan, yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.
Tanggul jebol di sejumlah titik menyebabkan genangan air mencapai 100 hingga 150 sentimeter, khususnya di Desa Trimulyo dan Desa Ploso, serta memutus akses jalan bagi kendaraan kecil.
Selain permukiman, limpasan air juga menggenangi area persawahan warga, terutama di Desa Sidoharjo.
Penanganan bencana ini turut menjadi perhatian Kepala BNPB Suharyanto. Meski tengah berada di Manado untuk penanganan gempa bumi, ia langsung menginstruksikan jajarannya berkoordinasi dengan BPBD Jawa Tengah dan mengirim personel ke lokasi guna mempercepat penanganan darurat.
Editor: Redaksi TVRINews





