Ketua MPR, Ahmad Muzani, menyambangi kediaman Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, di Bantul, DIY, pada Minggu (5/4). Muzani menemui Haedar dalam rangka silaturahmi dan membahas berbagai isu strategis.
“Pertama, ini masih dalam suasana Idul Fitri, lebaran, saya belum bertemu beliau dan Ibu Haedar. Hari ini saya berkunjung ke Yogya untuk bersilaturahmi dan menyampaikan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Muzani.
Muzani mengungkapkan, sejumlah isu strategis yang dibahas antara lain terkait persoalan bangsa dan dinamika global yang tengah dihadapi.
“Kami banyak bicara tentang persoalan kenegaraan, persoalan situasi geopolitik, dan persoalan-persoalan lain. Saya kira tadi kami cukup banyak berbincang dengan beliau, nyambung pemikiran, nyambung silaturahmi, dan nyambung diskusi tentang beberapa hal penting tersebut,” ungkapnya.
Muzani juga menyoroti dukungan Muhammadiyah terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya melalui pembangunan SPPG Aisyiyah.
“Ya, saya kira MBG adalah satu program yang dimaksudkan untuk memberikan makan kepada jutaan anak-anak Indonesia. Apakah itu Muhammadiyah ataupun non-Muhammadiyah semuanya. Karena itu, partisipasi dari semua komponen organisasi dan kekuatan masyarakat sangat diperlukan karena ini soal hajat besar, sehingga memerlukan partisipasi dan dukungan dari semua pihak,” jelas Muzani.
“Dan hari ini yang diperlihatkan kepada kami adalah MBG milik Aisyiyah yang jumlahnya ada 25 di seluruh Indonesia. Tentu saja ini sebuah partisipasi yang luar biasa, sangat berarti bagi keberlangsungan program tersebut. Tentu saja kami bangga, berterima kasih, dan tentu saja partisipasi dan harapan dari semua komponen yang lain diharapkan juga,” lanjutnya.
Sementara, Haedar Nashir menekankan pentingnya persatuan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
“Tadi menyampaikan bahwa dalam menghadapi geopolitik global itu kami mendiskusikan bahwa modal terkuat kita adalah persatuan. Jadi ketika kita bersatu menghadapi situasi politik global seberat apa pun itu, Indonesia insya Allah akan mampu menghadapinya,” kata Haedar.
Haedar juga menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam membangun kemandirian bangsa melalui pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Kami punya prinsip kemandirian itu membangun dan memobilisasi seluruh potensi yang kita miliki lewat pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan pemberdayaan masyarakat untuk terus bekerja sama dengan semua pihak, dengan pemerintah dari pusat sampai bawah, dengan kekuatan lain,” ucap Haedar.
“Tadi MBG sudah punya 261 (SPPG), 25 di antaranya Aisyiyah. Kemudian juga kami terus bergerak membangun dari bawah bersama pemerintah termasuk di 3T,” sambungnya.





