Pantau - Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur akibat hujan deras lebih dari dua jam, menyebabkan jalur utama menuju wilayah selatan sempat terhambat dan aktivitas warga terganggu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur masih melakukan pendataan terkait dampak banjir dan longsor di sejumlah kecamatan.
Bencana terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari dua jam.
Banjir menutup jalur utama menuju wilayah selatan Cianjur terutama di Kecamatan Cilaku dan Cibeber.
Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas terhambat sementara.
Banjir juga melanda Kecamatan Bojongpicung dan Gekbrong.
Di Kecamatan Cibeber dan Cilaku sejumlah perkampungan terendam dengan ketinggian air bervariasi hingga satu meter.
Rel kereta api di wilayah tersebut juga ikut terendam air.
Banjir di Cibeber juga menyebabkan perjalanan Kereta Api Siliwangi rute Cipatat-Cianjur-Sukabumi terhenti.
Petugas dan relawan telah disebar ke sejumlah lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan.
"Kami masih menunggu data dari petugas dan relawan yang sudah disebar ke sejumlah lokasi bencana alam banjir di sejumlah kecamatan termasuk ke lokasi yang dilaporkan terjadi longsor di Kecamatan Gekbrong," ujar Asep Sudrajat.
Curah hujan tinggi menyebabkan saluran air tersumbat sehingga air meluap ke jalan.
Data sementara menunjukkan tidak ada warga yang mengungsi.
"Data sementara tidak ada yang mengungsi terkait kerusakan masih dalam pendataan petugas dan relawan kami akan terus mengupdate data yang masuk," katanya.
Warga sebagian besar memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem.
Warga yang tinggal di dekat sungai dan tebing rawan longsor diminta lebih waspada saat hujan deras.




