Trump peringatkan kemungkinan serangan pembangkit listrik, jembatan

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada Selasa, dalam perang yang tengah berlangsung antara AS dan Israel melawan Iran.

Dalam pernyataannya, Trump menambahkan bahwa Teheran harus membuka Selat Hormuz atau mereka akan hidup menderita.

"Selasa akan menjadi Hari [kemungkinan serangan terhadap] Pembangkit Listrik, dan Hari [kemungkinan serangan terhadap] Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!" kata Trump pada Minggu di platform Truth Social miliknya, merujuk pada ancamannya untuk menargetkan infrastruktur Iran.

Trump mengatakan Iran harus membuka Selat Hormuz atau mereka akan hidup menderita.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Teheran membalasnya dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Iran juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump ultimatum Iran buka Selat Hormuz dalam 48 jam

Baca juga: Trump berupaya akhiri perang dengan Iran jelang Pemilu Kongres

Baca juga: Trump desak NATO berani kirim kapal militer ke Selat Hormuz


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Palestina di Gaza Gelar Salat Gaib untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Simak Potret Kim Bum yang Kembali Bintangi Drakor Rom-Com Usai Vakum 10 Tahun
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Diburu peretas, pemerintah China imbau perbarui iOs dan iPadOS lama
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Aksi Damai di CFD Bundaran HI, Warga Doakan 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
• 16 jam laludetik.com
thumb
PBB: 2.042 orang tewas akibat serangan ke layanan medis Sudan
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.