tvOnenews.com – Kabar mengejutkan datang dari keluarga pelatih raksasa Indonesia Persib Bandung Bojan Hodak. Sang putra Luka Hodak kini tengah menjadi sorotan setelah menyatakan minatnya untuk membela Timnas U-19 Malaysia di panggung internasional.
Gelandang berbakat berusia 18 tahun tersebut saat ini tengah meniti karier di Kroasia bersama tim junior NK Trnje di Zagreb—klub yang juga menjadi saksi bisu awal karier profesional sang ayah.
Luka kini membidik satu tempat di skuad Malaysia untuk ajang Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 yang akan digelar Agustus mendatang.
- tvOnenews.com - Dwi R Belva
Bojan Hodak menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak keberatan jika putranya memilih untuk berseragam Harimau Malaya. Apalagi, Luka lahir di Malaysia dan memiliki paspor negara tersebut dari sang ibu.
"Istri saya orang Malaysia dan Luka lahir di Malaysia. Dia memiliki paspor Malaysia, dan jika dia dipanggil untuk membela Malaysia, kami akan mengizinkannya bergabung dengan kamp pelatihan," ujar Bojan Hodak dikutip dari New Straits Times.
Sempat Cicipi Latihan di Persib Bandung
Menariknya, sebelum melanjutkan petualangannya di Eropa, Luka Hodak ternyata sempat mencicipi atmosfer sepak bola Indonesia.
Bojan mengungkapkan bahwa ia sempat menyertakan sang putra dalam sesi latihan tim muda Persib Bandung untuk memantau perkembangannya.
"Dia menunjukkan perkembangan yang baik. Dan baru-baru ini saya memasukkannya ke dalam pelatihan tim muda Persib dan dia beradaptasi dengan baik," ungkap pelatih berusia 54 tahun tersebut.
- tvOnenews.com - Dwi R Belva
Namun, karier Luka dipastikan tidak akan menetap di Indonesia maupun Kroasia dalam waktu dekat.
Sebuah rencana besar telah disusun agar Luka melanjutkan studi sekaligus karier sepak bolanya di Spanyol demi mendapatkan menit bermain reguler dan kualitas kompetisi yang lebih kompetitif.
Keinginan Luka membela Malaysia tentu disambut hangat publik sepak bola Negeri Jiran. Pasalnya, nama Bojan Hodak sudah sangat melegenda di sana.
Ia adalah sosok di balik keberhasilan Kelantan meraih treble pada 2012, serta membawa JDT meraih gelar liga pertama mereka di tahun 2014.




