Bank Mandiri Catat Kinerja Positif Berkat Kredit dan Dana Murah

mediaindonesia.com
19 jam lalu
Cover Berita

Kinerja Bank Mandiri pada awal 2026 dinilai tetap solid meski permintaan kredit secara struktural belum sepenuhnya pulih. Pertumbuhan kredit yang kuat serta efisiensi struktur pendanaan menjadi faktor utama yang menopang performa bank pelat merah tersebut.

Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menilai ekspansi kredit dua digit Bank Mandiri menunjukkan peran penting bank besar dalam menjaga momentum intermediasi perbankan nasional Hingga Februari 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri tercatat mencapai Rp1.513,1 triliun atau tumbuh 15,7% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini diikuti oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.644,8 triliun, meningkat 16,3% YoY. Ini mengindikasikan tingkat kepercayaan nasabah yang tetap terjaga.

“Pertumbuhan ini lebih banyak didorong oleh ekspansi bank besar, sementara secara keseluruhan permintaan kredit belum sepenuhnya pulih secara struktural,” ujar Riefky.

Baca juga : Realisasi Kredit Bank Mandiri Tumbuh 15,62 Persen di Januari 2026

Selain ekspansi kredit, kinerja Bank Mandiri juga diperkuat oleh struktur pendanaan yang efisien, tercermin dari tingginya rasio dana murah atau current account saving account (CASA). Di sisi lain, akselerasi layanan digital turut menjadi katalis tambahan. Platform seperti Livin’ dan Kopra berkontribusi dalam meningkatkan volume transaksi sekaligus memperkuat pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan bahwa hingga Februari 2026, laba bersih perseroan tumbuh 16,7% secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun.

“Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat, khususnya melalui Livin’ by Mandiri yang turut mendorong fee-based income,” ujarnya.

Baca juga : BNI Bukukan Laba Bersih Rp20 Triliun pada 2025, Kredit Tumbuh 15 Persen

Dari sisi intermediasi, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tercatat sebesar Rp13,7 triliun atau tumbuh 9,16% YoY. Kinerja ini ditopang oleh penyaluran kredit yang tetap terjaga serta meningkatnya aktivitas transaksi nasabah di kanal digital.

Peningkatan transaksi tersebut juga memperkuat penghimpunan dana murah berbasis rekening transaksi, sehingga membantu menekan beban bunga. Efisiensi operasional pun terus membaik, tercermin dari rasio cost-to-income ratio (CIR) yang turun ke level 37,21%.

Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang berada di level 0,98%, serta coverage ratio yang kuat sebesar 246,5%. Hal ini mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit dan pengelolaan risiko yang konsisten. Dengan fundamental yang solid, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ke depan melalui penguatan sinergi lintas lini bisnis.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat integrasi di seluruh lini untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing perseroan,” tandas Novita.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Elnusa Bertransformasi Sebagai Low-Cost Operator, Targetkan Efisiensi Operasi 25 Persen
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pasar Gardu Asem Direvitalisasi, Pasar Kramat Jaya Dibangun di Jakarta Utara
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Bursa Transfer Inter Milan: Gerak Cepat Nerazzurri, Pepet Tandem Kapten Timnas Indonesia untuk Perkuat Lini Belakang Musim Depan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Manfaat Konsumsi Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Baru Bebas Bersyarat, Pengacara Lukas Enembe Ajukan PK Kasus Perintangan Penyidikan
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.