Air Mata Bung Karno Tumpah Lihat Rakyat seperti Tengkorak saat Romusha di Banten

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Air Mata Bung Karno Tumpah Lihat Rakyat seperti Tengkorak saat Romusha di BantenNasional | okezone | Senin, 6 April 2026 - 03:00

JAKARTA - Ratusan ribu nyawa rakyat Indonesia mati dengan cara mengenaskan akibat sistem kerja paksa yang kejam atau romusha saat zaman pendudukan Jepang.

Dalam biografi ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ yang ditulis Cindy Adams, Soekarno mengakui dengan hati remuk tentang romusha.

Bung Karno menangis dalam hati. Bung Karno tahu para romusha yang dikirim ke Burma, hampir 99 persen mati. Ada yang mati kelaparan, mati disiksa, mati dipenggal kepalanya, mati di dalam gerbong kereta tertutup yang berisi ribuan romusha. Mereka dipaksa bekerja hingga tinggal kulit pembalut tulang.

Inilah pernyataan Bung Karno tentang romusha: “Sesungguhnya akulah –Sukarno– yang mengirim mereka kerja paksa. Ya, akulah orangnya. Aku menyuruh mereka berlayar menuju kematian. Ya, ya, ya, ya akulah orangnya. Aku membuat pernyataan untuk menyokong pengerahan romusha. Aku bergambar dekat Bogor dengan topi di kepala dan cangkul di tangan untuk menunjukkan betapa mudah dan enaknya menjadi seorang romusha."

Baca Juga:Jadwal Imsakiah Ramadan di Dumai Riau 6 Maret 2026, Ini Doa Niat Puasa

“Dengan para wartawan, juru potret, Gunseikan –Kepala Pemerintahan Militer- dan para pembesar pemerintahan aku membuat perjalanan ke Banten untuk menyaksikan tulang-tulang-kerangka-hidup yang menimbulkan belas, membudak di garis-belakang, itu jauh di dalam tambang batubara dan tambang mas. Mengerikan. Ini membikin hati di dalam seperti diremuk-remuk.”

 

Sementara, dalam buku ‘Total Bung Karno’ karya Roso Daras diceritakan bahwa langkah Bung Karno bukannya tidak menuai protes. Lima mahasiswa kedokteran yang juga aktivis pergerakan segera mendatangi Bung Karno, sesaat setelah gambar Bung Karno bersama romusha dan terkesan mendukung romusha tersebar di mana-mana.

“Nampaknya Bung Karno tidak dipercayai lagi oleh rakyat. Cara bagaimana Bung Karno bisa menjawab persoalan romusha?” seorang mahasiswa membuka percakapan yang menegangkan.

Bung Karno menjawab, ada dua jalan untuk bekerja (menuju Indonesia merdeka). Pertama dengan tindakan revolusioner, yang menurut Bung Karno, kita belum siap.

 

Jalan yang kedua adalah dengan bekerja-sama dengan Jepang sambil mengkonsolidasikan kekuatan dan menantikan sampai tiba saatnya ia (Jepang) jatuh.

Baca Juga:5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026, Ini Daftarnya

“Saya mengikuti jalan kedua”, begitu kata Bung Karno.

Namun tidak puas dengan jawaban Bung Karno, mahasiswa lain menimpali, “Tapi kenapa Bung Karno sampai hati memberikan rakyat kita kepada mereka?”

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menjamu Persib di Stadion Haji Agus Salim, Semen Padang Diminta Tampil Tanpa Rasa Takut
• 14 jam lalubola.com
thumb
BRI Super League: Nestapa Rezaldi Hehanusa yang Sulit Dapat Menit Bermain di Persik
• 21 jam lalubola.com
thumb
Kemenkum Maluku Utara Perkuat Pemberdayaan Koperasi di Ternate
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Eks Direktur PT PPI Charles Sitorus Ajukan PK di Kasus Gula Tom Lembong
• 49 menit lalukompas.com
thumb
Ryan Giggs Desak Pelatih MU Carrick Percepat Transfer Gelandang Muda Adam Wharton, Alasannya Mengejutkan!
• 16 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.