Jakarta, tvOnenews.com - Manajer Surabaya Samator, Hadi Sampurno, menyoroti faktor mental pemain muda sebagai penyebab kekalahan timnya dari Jakarta LavAni Livin' Transmedia pada lanjutan Final Four Proliga 2026.
Dalam laga yang berlangsung di Surabaya, Samator harus mengakui keunggulan LavAni dengan skor 1-3 (25-23, 15-25, 16-25, 13-25), meski sempat membuka pertandingan dengan kemenangan di set pertama.
- PBVSI
Hadi menilai timnya sebenarnya tampil menjanjikan di awal laga, namun gagal menjaga konsistensi hingga akhir pertandingan.
“Karena pemain-pemain kami didominasi pemain muda, secara psikologis kurang matang dan terburu-buru. Akhirnya kita semua tahu, kami kalah dari LavAni,” ujarnya.
Setelah unggul di set pembuka, performa Samator justru menurun. Mereka kesulitan mengimbangi permainan agresif LavAni yang dipimpin Boy Arnez dan Dimas Saputra.
Perubahan strategi dari kubu LavAni membuat Samator kehilangan kendali permainan. Tekanan demi tekanan membuat lini pertahanan tuan rumah mudah ditembus, terutama pada tiga set terakhir.
Meski menelan kekalahan, Hadi tetap optimistis timnya bisa bangkit pada laga berikutnya.
“Ke depan kami harus bisa bermain lebih baik lagi, apalagi nanti melawan Garuda Jaya,” lanjutnya.
Sementara itu, hasil ini membuat LavAni semakin dekat dengan Jakarta Bhayangkara Presisi dalam perebutan posisi puncak putaran pertama Final Four.
Kedua tim dijadwalkan saling berhadapan pada pekan depan untuk menentukan pemuncak klasemen sementara.
(aes)




