OJK: Ekspektasi Pasar soal Pemangkasan Suku Bunga The Fed di 2026 Pupus Imbas Perang Iran

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi alias Kiki mengatakan, ekskalasi perang Iran telah membuat ekspektasi pasar soal pemangkasan suku bunga The Fed pupus di tahun 2026 ini.

Padahal, sebelumnya The Fed telah menunjukkan sinyal bahwa setidaknya akan ada satu kali pemangkasan suku bunga di tahun 2026 ini, guna mempertahankan suku bunga kebijakannya.

Baca Juga :
Viral Video Mojtaba Khamenei di Ruang Pusat Operasi Militer Iran, Ini Faktanya!
Diam-Diam AS dan Iran Bahas Gencatan Senjata 45 Hari, Kesepakatan Damai Segera Tercapai?

Namun, dampak perang Iran nyatanya telah memberikan tekanan yang cukup signifikan kepada perekonomian Amerika Serikat (AS), di tengah inflasi yang persisten dan melonjaknya tingkat pengangguran.

"Pascaeskalasi konflik Iran, ekspektasi pasar bergeser ke skenario tidak adanya pemangkasan suku bunga (The Fed) di tahun 2026 ini," kata Kiki dalam telekonferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK periode Maret 2026, Senin, 6 April 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi
Photo :
  • [tangkapan layar]

Berkebalikan dengan kondisi tersebut, perekonomian China disampaikan Kiki justru berhasil mencatatkan kinerja di atas ekspektasi. Hal itu didorong oleh perbaikan dari sisi permintaan dan penawaran, serta dukungan stimulus pada sektor keuangan.

Meski demikian, China dilaporkan bakal tetap menurunkan target pertumbuhan ekonominya, sebagai respons terhadap tantangan struktural dan ketidakpastian eksternal yang masih berlanjut.

Sementara di ranah perekonomian domestik, Kiki menyampaikan bahwa inflasi inti pada Maret 2026 tercatat mengalami penurunan. Aktivitas konsumsi terpantau tetap kuat di awal tahun.

"Hal itu tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel yang diperkirakan mencapai 6,89 persen secara year-on-year (yoy), serta kinerja penjualan kendaraan bermotor yang solid," ujar Kiki.

Sedangkan dari sisi penawaran, Kiki memastikan bahwa PMI manufaktur juga terpantau masih berada dalam kondisi ekspansif.

"Dari sisi ketahanan eksternal, cadangan devisa nasional pada Februari 2026 tercatat berada pada level memadai dan neraca perdagangan tetap mencatatkan surplus," ujarnya.

Baca Juga :
Gandeng Komdigi dan Perbankan, OJK Blokir 33.252 Rekening Bank Terindikasi Judi Online
Tegas! Iran Sebut Selat Hormuz Tak Akan Kembali ke Kondisi Semula
Bos OJK Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah ke 3 Kanal Utama Sektor Jasa Keuangan RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Airlangga: Harga Tiket Pesawat Domestik Boleh Naik 9-13 Persen
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Soal Prabowo Bohongi Publik Terkait Swasembada Pangan, Pengamat: Feri Amsari Mafia Pangan Indonesia?
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Cari Nafta Bahan Baku Plastik ke Afrika dan Amerika
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Senin Harga Naik Susul 4 Film Lebaran 2026, Tembus 1 Juta di Hari ke-19!
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pendapatan Negara Tembus Rp574,9 Triliun di Kuartal I 2026
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.