Mobil matik menawarkan kemudahan dalam berkendara, namun tetap membutuhkan teknik yang tepat untuk menjaga efisiensi bahan bakar. Salah satu faktor penting adalah menjaga momentum kendaraan.
Pengemudi sering kali melakukan akselerasi dan pengereman secara berulang tanpa disadari. Pola ini membuat energi yang sudah terbentuk menjadi terbuang.
Menurut Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, menjaga kestabilan kecepatan menjadi kunci utama dalam berkendara mobil matik. Hal ini membantu mengurangi konsumsi bahan bakar.
“Kalau sering gas dan rem, energi yang sudah dibangun akan hilang. Akhirnya kendaraan harus mengulang dari awal untuk mencapai kecepatan yang sama,” kata Jusri kepada kumparan Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, akselerasi sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak agresif. Cara ini membuat kerja mesin menjadi lebih ringan.
“Tekan pedal gas secara halus dan bertahap agar perpindahan tenaga lebih stabil. Jangan agresif karena akan membuat konsumsi bahan bakar meningkat,” ungkapnya.
Selain itu, menjaga jarak dengan kendaraan di depan menjadi hal yang penting. Dengan jarak yang cukup, pengemudi tidak perlu sering melakukan pengereman.
Hal ini membantu mempertahankan momentum kendaraan sehingga lebih efisien. Pola berkendara seperti ini juga meningkatkan kenyamanan.
“Jaga jarak agar tidak perlu sering mengerem. Dengan begitu, momentum kendaraan tetap terjaga dan konsumsi bahan bakar lebih efisien,” ujarnya.
Penggunaan fitur eco mode juga dapat dimanfaatkan untuk membantu efisiensi. Namun, fitur ini tetap harus diimbangi dengan gaya berkendara yang tepat.
Dengan kombinasi teknik yang benar, mobil matik tetap bisa digunakan secara efisien. Perilaku pengemudi menjadi faktor utama dalam menentukan hasil akhirnya.
“Eco mode memang membantu, tapi yang paling menentukan tetap cara berkendara pengemudi. Kalau masih agresif, konsumsi BBM tetap akan boros,” tuntasnya.





