Kemenkomdigi Kecam Praktik Informasi Rating Gim di Steam tidak Akurat

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyatakan, tampilan rating Indonesia Game Rating System (IGRS) pada sejumlah gim di platform Steam bukan hasil klasifikasi resmi pemerintah Indonesia. Kemenkomdig pun mengecam praktik penyampaian informasi klasifikasi yang tidak akurat.

Pasalnya, hal itu dapat berdampak langsung pada pelindungan masyarakat di ruang digital. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemenkomdigi Sonny Hendra Sudaryana menyampaikan, hasil pemantauan menunjukkan rating yang ditampilkan pada platform tersebut masih berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare.

Baca Juga
  • Menkomdigi: Implementasi Penuh PP Tunas Dimulai Hari Ini, PSE Wajib Patuh 100 Persen
  • Sambut Idulfitri, Sinergi TelkomGroup dan Komdigi Perkuat Infrastruktur Jaringan Nasional
  • Meta Minta Perpanjangan Waktu untuk Bahas PP Tunas dengan Komdigi

Menurut dia, rating itu belum melalui proses verifikasi resmi sesuai ketentuan di Indonesia. "Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu gim," kata Sonny di Jakarta Pusat pada Ahad (5/0m4/2026).

Dia menyebut, Kemenkomdigi menemukan adanya indikasi penggunaan label IGRS pada platform tersebut yang dilakukan melalui mekanisme internal tanpa verifikasi resmi. "Sehingga tidak mencerminkan hasil klasifikasi yang sah," ujar Sonny.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kemenkomdigi, sambung dia, menegaskan setiap pelaku usaha digital memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan, serta memastikan perlindungan pengguna. Kewajiban tersebut diatur dalam berbagai regulasi.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wapres Gibran Hadiri Pawai Paskah di Kupang, Soroti Potensi Wisata Rohani NTT
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Viral Saiful Mujani Ingin Jatuhkan Prabowo, Fahri: Itu Berbahaya
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Jusuf Kalla Minta Pemerintah Kurangi Subsidi BBM di Tengah Ancaman Krisis Energi
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Kereta Bangunkarta Anjok di Bumiayu, Roda Lepas dari Lokomotif
• 5 jam laludisway.id
thumb
Mentan Klaim RI Sudah Produksi Mobil Etanol dan Ekspor ke Brasil
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.