Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah merespons pernyataan pengamat politik senior, Saiful Mujani yang menyinggung upaya untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Fahri menyarankan agar publik secara luas berbicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Sebaliknya, ia menilai hal-hal inkonstitusional jangan sampai mendapat ruang.
"Jadi kita menyarankan agar kita bicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkonstitusional. Sebab itu nanti berbahaya, dan jenis dari tindakan inkonstitusional itu banyak," kata Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman ini usai rapat bersama Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (6/4).
Menurutnya jika tindakan-tindakan inkonstitusional mendapat ruang maka akan membuat kekacauan.
"Kalau semua orang boleh mengizinkan terjadinya tindakan inkonstitusional, ya negara kita lagi kayak begini, dunia lagi kacau, kita lagi memerlukan kesepahaman dan kesepakatan, harusnya kita bicara dalam wadah konstitusional," kata Fahri.
"Dan dalam sistem konstitusi kita, presiden itu bukan satu-satunya. Ada cabang-cabang kekuasaan yang lain yang juga bisa ditagih sebagai bagian daripada tanggung jawab kolektif negara kepada masyarakat, itu," sambungnya.
Menurut Fahri pandangannya tersebut juga diamini oleh para aktivis. Fahri mengatakan para aktivis sepakat untuk membangun demokrasi.
"Saya kira apa namanya, kawan-kawan itu sepakat itulah. Apalagi kalau yang aktivis, setengah mati loh kita membangun demokrasi kita. Kalau kita mengizinkan kekacauan kembali kan nanti repot," kata Fahri.
Lebih lanjut, Fahri meminta agar ada introspeksi diri. Ia menegaskan bahwa Prabowo sebagai kepala negara memiliki niatan baik.
"Ya, tolong introspeksi jugalah ya. Dunia lagi tidak mengizinkan kita untuk macam-macam lah ya. Dunia lagi memerlukan kita untuk kompak bersatu. Apalagi kalau kita bicara Pak Prabowo, kan tidak ada niatnya yang tidak baik. Semua ini kan untuk masyarakat," kata Fahri.
"Tapi kalau beliau bilang ada penghematan dan sebagainya, ya itu kita adjust lah. Kan memang faktanya juga ada banyak kebocoran dan keborosan di mana-mana. Dan itu saja yang kita perlu perbaiki. Kan baik semua niat itu," tandasnya.
Sebelumnya ramai beredar video pengamat politik senior, Saiful Mujani, melontarkan pernyataan keras menyerukan perlawanan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.
kumparan sudah mencoba mengkonfirmasi terkait pernyataan Mujani secara langsung. Namun, sampai berita ini ditayangkan belum ada respons dari Mujani.





