QRIS Jangkau Korea Selatan, BI Dorong Pembayaran Digital

katadata.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta --  Di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi digital, kemudahan bertransaksi lintas negara menjadi kebutuhan baru. Bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sektor pariwisata, sistem pembayaran yang praktis juga membuka peluang pasar yang lebih luas.

Menjawab kebutuhan tersebut, Bank Indonesia bersama Bank of Korea meluncurkan implementasi QRIS antarnegara pada Rabu (1/4). Inisiatif ini memungkinkan transaksi pembayaran lintas batas melalui pemindaian kode QR.

Peresmian dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Deputi Gubernur Senior Bank of Korea Sangdai Ryoo sebagai simbol eratnya kolaborasi kedua negara dalam membangun konektivitas sistem pembayaran lintas batas.

Perry menyebut, peluncuran ini merupakan momen bersejarah bagi kedua negara dalam penguatan konektivitas ekonomi digital.

“Hari ini kita merayakan peluncuran bersejarah konektivitas pembayaran QR antarnegara antara Indonesia dan Korea Selatan. Ini mencerminkan visi bersama kita untuk membangun ekosistem pembayaran yang terintegrasi, efisien, dan inklusif,” ujarnya secara virtual.

Ia menambahkan, masyarakat di kedua negara kini dapat melakukan transaksi lintas batas menggunakan aplikasi pembayaran domestik. “Transaksi menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan andal. Lebih dari itu, ini juga mendukung sektor pariwisata dan membuka peluang baru bagi dunia usaha,” kata Perry.

Dukungan positif disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior Bank of Korea, Sangdai Ryoo. Ia menilai, kerja sama ini sebagai cerminan komitmen kedua negara dalam mempererat hubungan ekonomi dan keuangan. Menurutnya, konektivitas ini juga akan mendorong pertukaran yang lebih dinamis, baik manusia, barang, maupun jasa.

“Langkah ini menjadi tonggak penting untuk memungkinkan masyarakat di kedua negara melakukan aktivitas pembayaran sehari-hari dengan lebih nyaman dan efisien,” ungkapnya.

Mendorong Inklusi Keuangan dan Transaksi Lintas Negara
 

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menegaskan, inisiatif tersebut merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi besar transformasi sistem pembayaran nasional.

“Kolaborasi yang erat ini memastikan inovasi yang kita bangun tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga siap digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” harap Filianingsih.

QRIS antarnegara, imbuh Filianingsih, merupakan perwujudan dua pilar utama Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, yakni inovasi dan internasionalisasi.

“Melalui pendekatan ini, Indonesia tidak hanya menjadi user, tetapi juga turut menjadi co-creator bersama rekan-rekan bank sentral di regional dalam ekosistem pembayaran global yang lebih inklusif dan merata,” tandasnya.

Sejak diperkenalkan pada 2019, QRIS telah berkembang menjadi tulang punggung sistem pembayaran ritel nasional.

Tercatat, sudah dimanfaatkan lebih dari 60 juta pengguna dan 44 juta merchant, di mana 96 persen di antaranya merupakan UMKM. Gambaran ini menunjukkan QRIS berhasil menciptakan standardisasi, interoperabilitas, serta efisiensi dalam transaksi digital.

“Secara domestik, QRIS telah mendorong inklusi keuangan dan memperkuat struktur ekonomi nasional. Di tingkat global, QRIS antarnegara menjadi langkah strategis untuk menghadirkan transaksi lintas batas yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal,” lanjut Filianingsih.

Implementasi dengan Negeri Ginseng ini juga menjadi salah satu yang tercepat dibandingkan kerja sama sebelumnya dengan negara lain. Dalam waktu kurang dari satu tahun sejak inisiasi, kedua negara berhasil mencapai tahap implementasi penuh. Hal ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antarotoritas dan pelaku industri di kedua negara.

Pemanfaatan QRIS antarnegara pun menunjukkan tren yang semakin positif di negara-negara mitra. Secara agregat, aktivitas transaksi wisatawan asing di Indonesia (inbound) tercatat lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound).

Sepanjang 2025, transaksi inbound mencapai sekitar 5,89 juta, jauh melampaui outbound yang berada di kisaran 1,68 juta transaksi. Kondisi ini menunjukkan bahwa QRIS antarnegara memberikan dampak nyata dalam mendorong aktivitas ekonomi domestik, khususnya dari sisi konsumsi wisatawan mancanegara.

Ekspansi Bertahap, QRIS Antarnegara Perkuat Konektivitas Regional
Peluncuran QRIS Korsel (Katadata/Ardhia)

Bank Indonesia memastikan, implementasi QRIS antarnegara dilakukan secara bertahap melalui kemitraan strategis dengan otoritas sistem pembayaran di berbagai negara.

Langkah awal dimulai dengan Thailand melalui integrasi QRIS dan Thai QR Codes pada 29 Agustus 2022 yang telah mencatat kurang lebih 1,64 juta transaksi dengan nilai lebih dari Rp656 miliar.

Selanjutnya, perluasan kerja sama di Malaysia melalui DuitNow QR pada 8 Mei 2023 dan mencatat volume yang lebih besar, yakni sekitar 10,66 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp2,75 triliun.

Indonesia juga telah bekerja sama dengan Singapura melalui QR Network for Electronic Transfers Singapore (NETS) pada 17 November 2023 dan telah menghasilkan lebih dari 554 ribu transaksi dengan nilai sekitar Rp179 miliar.

Ekspansi kemudian berlanjut ke Asia Timur melalui kerja sama dengan Jepang pada 17 Agustus 2025, yang pada tahap awal difokuskan untuk skema outbound. Kerja sama ini mencatatkan 5 ribu lebih transaksi dengan nilai Rp428,80 juta.

Dengan bergabungnya Korea Selatan dalam jaringan QRIS antarnegara, Bank Indonesia memperluas perannya dalam membangun konektivitas sistem pembayaran regional. Selain mempermudah transaksi wisatawan, peluang baru bagi UMKM dan pelaku usaha domestik turut terbuka untuk menjangkau pasar internasional.

Melalui sistem ini, wisatawan Indonesia tidak perlu lagi menukar valuta asing saat bepergian ke Korea Selatan. Cukup menggunakan aplikasi mobile banking atau e-wallet, pengguna dapat langsung memindai kode QR di merchant setempat, dengan konversi mata uang yang dilakukan secara otomatis dan transparan.

Sebaliknya, wisatawan Korea Selatan di Indonesia juga dapat menikmati kemudahan serupa. Mereka bisa bertransaksi langsung di berbagai merchant QRIS, termasuk pelaku UMKM, menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal.

Melalui kolaborasi dengan berbagai bank sentral, BI berupaya menghadirkan sistem pembayaran lintas batas yang lebih cepat, murah, dan inklusif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang semakin terintegrasi di kawasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi VIII DPR Soroti Unissula Damaikan Kasus Kekerasan Seksual
• 18 jam laludetik.com
thumb
Hector Couto Minta Indonesia Waspadai Wajah Baru Futsal Malaysia
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Egi Fazri Miripkan Dirinya dengan Vidi Aldiano, Harry Kiss Ogah Tanggapi: Malah Bikin Lebih Terkenal
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Waspada! BMKG Prediksi Cuaca Hari Ini Ada Hujan Lebat Jawa hingga Papua, Total di 10 Wilayah
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Jangan Langsung Dipakai Harian, Begini Cara Cek Mobil Setelah Perjalanan Jauh
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.