Sederet Desakan SBY ke PBB usai Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Sebut Personel UNIFIL Ada di War Zone

kompas.tv
11 jam lalu
Cover Berita
Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menghadiri persemayaman eks Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu (29/3/2026). (Sumber: KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sejumlah desakan usai gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lebanon. 

Tiga prajurit TNI tersebut gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). 

Desakan ini ditujukannya kepada pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagaimana disampaikan melalui posting akun X-nya, @SBYudhoyono, Minggu (5/4/2026).

Desak Hentikan Penugasan atau Pindahkan Lokasi UNIFIL

Usai gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon, SBY mendesak PBB mengambil langkah tegas terkait peristiwa tersebut. 

"Seharusnya PBB New York segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL dan atau memindahkan lokasi mereka ke luar medan pertempuran yang masih membara saat ini," katanya. 

SBY menyebut satuan pemeliharaan perdamaian PBB, contohnya Kontingen Garuda XXIII/S yang sedang mengemban tugas di Lebanon saat ini tugasnya adalah menjaga perdamaian atau peacekeeping.

Baca Juga: Keras! SBY Desak PBB Evaluasi Misi PBB Buntut 3 TNI Gugur di Lebanon: Prajurit di War Zone!

Ia menjelaskan, peacekeeper tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak diberi mandat untuk melaksanakan tugas pertempuran. SBY menegaskan, hal itu pun dijelaskan dalam Piagam PBB.

SBY melanjutkan, peacekeeper juga bertugas di blue line atau wilayah blue zone yang bukan merupakan daerah pertempuran (war zone). 

Ia menegaskan kontingen Indonesia hakikatnya bertugas di blue line yang memisahkan teritori Israel dengan teritori Lebanon. 

Namun, kata dia, pada kenyataannya kontingen Indonesia yang semula berada di sekitar blue line kini sudah berada di war zone yang menjadi lokasi berkecamuknya pertempuran Israel dan Hizbullah. 

Bahkan, SBY menyebut Israel sudah maju 7 km dari blue line. Keadaan tersebut menurutnya menjadi sangat berbahaya bagi peacekeeper karena setiap saat bisa menjadi korban pertempuran yang sedang terjadi. 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • sby
  • susilo bambang yudhoyono
  • pbb
  • unifil
  • 3 prajurit tni gugur
  • tni gugur di lebanon
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sahroni Minta Kejagung Periksa Tahanan Lain yang Ditangani Kejari Karo
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Psikolog Ingatkan Bahaya Billboard Aku Harus Mati di Ruang Publik
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Ucapan Duka Presiden Prabowo Usai Beri Penghormatan 3 Prajurit Gugur di Lebanon, ke Keluarga-Medsos
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Ultimatum Trump ke Iran untuk Buka Selat Hormuz Berakhir Hari Ini | KOMPAS SIANG
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Allegri Pastikan Lini Serang AC Milan Siap Hadapi Napoli dalam Laga Krusial Serie A
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.