Asal Usul Hari Kartini, Mengapa Jatuh pada 21 April?

grid.id
14 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.IDInilah asal usul hari Kartini. Mengapa jatuh pada 21 April?

Setiap 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh emansipasi perempuan, Raden Ajeng Kartini. Peringatan ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat atas perjuangan Kartini dalam memperjuangkan akses pendidikan dan kesetaraan hak bagi perempuan di Tanah Air.

Lantas, seperti apa sejarah Hari Kartini dan alasan diperingati setiap tanggal tersebut? Berikut ulasannya.

Kartini merupakan putri dari seorang bangsawan bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Ia lahir pada 21 April 1879 di Jepara, saat sang ayah masih menjabat sebagai wedana di Mayong.

Ibunya, Mas Ayu Ngasirah, berasal dari keluarga ulama yang memiliki pesantren di Telukawur. Sebelum Kartini lahir, ayahnya telah menikah lagi dengan perempuan bangsawan asal Madura bernama Raden Ajeng Wuryam sebagai syarat untuk menduduki jabatan Bupati Jepara.

Setelah resmi menjabat pada 1881, keluarga Kartini pun pindah ke Jepara. Pada masa itu, akses pendidikan hanya terbuka bagi kalangan tertentu.

Beruntung, Kartini berasal dari keluarga yang menghargai pentingnya pendidikan. Ia sempat mengenyam pendidikan di Europese Lagere School (ELS) di Jepara sejak usia tujuh tahun, sekolah yang juga diikuti anak-anak Belanda dan bangsawan pribumi.

Namun, meskipun berasal dari keluarga terpandang, Kartini hanya diizinkan bersekolah hingga tingkat dasar. Keinginannya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di Hogere Burger School (HBS) di Semarang tidak dapat terwujud karena larangan orang tua.

Memasuki usia 12 tahun, Kartini harus menjalani masa pingitan, seperti tradisi yang berlaku saat itu. Meski ruang geraknya terbatas, ia tetap mengembangkan wawasan melalui buku, koran, dan majalah berbahasa Belanda yang dibawakan oleh kakaknya.

Dari kegemarannya membaca, Kartini mulai menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan berbahasa Belanda yang dikirim ke media dan dibaca kalangan intelektual.

Kartini juga menjalin hubungan dengan sejumlah tokoh Belanda, seperti Nyonya Ovink dan Stella Zeehandelaar, yang menjadi sahabat penanya. Dalam surat-suratnya, ia banyak mengungkapkan kritik terhadap budaya feodal, keterbatasan perempuan, hingga pentingnya pendidikan dan kesetaraan.

 

Meski memiliki banyak cita-cita, Kartini tetap harus mengikuti keputusan keluarga dalam hal pernikahan. Ia menikah dengan Bupati Rembang, Adipati Ario Singgih Djojoadiningrat, pada 12 November 1903.

Namun, ia mengajukan syarat agar tetap dapat berkontribusi dalam pendidikan perempuan. Setelah menikah, Kartini tetap mendapat dukungan dari suaminya. Ia melahirkan seorang putra pada 13 September 1904, tetapi wafat beberapa hari kemudian, tepatnya pada 17 September 1904.

Gagasan-gagasan Kartini kemudian dihimpun dalam buku berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang terbit pada 1911, sekitar enam tahun setelah wafatnya. Buku tersebut disusun oleh J.H. Abendanon dari kumpulan surat Kartini kepada sahabat-sahabatnya.

Tulisan-tulisan itu menginspirasi banyak perempuan untuk bangkit dan memperjuangkan haknya, yang kemudian melahirkan berbagai organisasi perempuan di Indonesia. Karena pengaruh besar yang ditinggalkannya, tanggal kelahiran Kartini, yakni 21 April, ditetapkan sebagai Hari Kartini melalui Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Setiap tahun, peringatan ini dirayakan di berbagai kalangan, mulai dari sekolah hingga masyarakat umum, melalui beragam kegiatan seperti lomba, seminar, hingga aksi sosial.

Hari Kartini tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi juga momentum refleksi bagi perempuan Indonesia untuk terus memperjuangkan kesetaraan di berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, politik, dan sosial. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UIN Datokarama Palu Kerahkan 300 Mahasiswa KKN Tematik untuk Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Ramalan Zodiak 7 April 2026: Karier Leo dan Libra Diperhatikan Atasan, Siapkan Inovasi di Tempat Kerja
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hari ke-19 Film Lebaran 2026: Penonton Harian Makin Anjlok, Tunggu Aku Sukses Nanti Tembus 2,5 Juta
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
WHO Dorong Pemanfaatan NPOC, Diagnosis TBC Bisa Lebih Cepat dan Akurat
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Buyback Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Agar Tetap Cuan Maksimal
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.