Kelakuan Bengal Preman Aniaya Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Dadang (58 tahun) meninggal dunia usai dianiaya preman. Tragisnya, penganiayaan itu terjadi saat acara hajatan putrinya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu (4/4).

Seperti apa kasusnya? Berikut kumparan rangkum.

Tolak Dipalak Rp 500 Ribu

Penganiayaan ini terjadi setelah Dadang menolak permintaan uang Rp 500 ribu oleh sekelompok preman. Pelaku meminta uang tersebut untuk membeli miras.

Pelaku yang mabuk kemudian kesal. Korban dikejar sampai ke luar tenda hajatan, lalu dihajar hingga tewas.

Penyidikan Polisi dan Hasil Olah TKP

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saepul Uyun mengatakan, berdasarkan oleh TKP dan penyidikan, diduga kasus itu merupakan penganiayaan yang dilakukan satu orang. Ia masih menyelidiki apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam penganiayaan korban.

"Hasil fakta penyidikan dan olah TKP, sementara yang kami dapatkan itu peristiwa penganiayaan. Kalau pengeroyokan berarti dilakukan bersama-sama. Soal dugaan pemukulan bersama-sama, kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut," ujar Uyun saat dihubungi, Minggu (5/4).

Polisi telah mengantongi identitas pelaku yang melakukan penganiayaan tersebut. Namun, Uyun belum mengungkapnya ke publik.

"Fakta hukum yang kami dapatkan sudah mengarah pada seseorang sebagai pelaku, dan yang bersangkutan saat ini masih dalam pengejaran petugas," tuturnya.

Ada yang Serahkan Diri

Seorang pria bernama Kendi Renaldi (34 tahun) menyerahkan diri ke polisi terkait kasus ini. Namun, Uyun mengatakan, statusnya masih sebagai saksi.

Kendi memang berada di lokasi kejadian saat peristiwa terjadi. Polisi masih mendalami keterlibatannya.

Korban Diautopsi

Untuk mengungkap penyebab kematian korban, polisi melakukan autopsi terhadap jenazahnya. Autopsi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih, Bandung.

Proses autopsi ini merupakan bagian dari prosedur Scientific Crime Investigation untuk mendapatkan bukti medis terkait penyebab pasti kematian korban.

"Hari ini terhadap korban sedang dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Sartika Asih secara sampel Scientific Crime Investigation," ujar Uyun.

Periksa Sejumlah Saksi

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengejar para pelaku. Namun ia tidak mengungkap berapa banyak saksi yang telah diperiksa.

"Satreskrim Polres Purwakarta sedang mengumpulkan beberapa saksi untuk meminta keterangan untuk membuat terang suatu perkara yang sangat tragis ini ya, di tengah kebahagiaan hajatan sampai terjadi yang seperti ini," kata Enjang saat dikonfirmasi, Minggu (5/4).

Barang Bukti Diamankan

Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Barang bukti yang dipakai untuk menghajar korban telah diamankan.

Korban diketahui tewas usai dipukul oleh pelaku. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi dokter menyatakan korban meninggal dunia.

"Dari TKP kita menemukan sebuah belah bambu ya, bambu yang dipukulkan ke sekitar kepala korban. Dalam hal ini menyebabkan korban tidak sadarkan diri. Pada saat di TKP tidak sadarkan diri, mungkin pada saat dibawa ke rumah sakit, sudah diketahui bahwa beliau sudah meninggal dunia. Tapi itu nanti dalam hasil autopsi bisa dipastikannya," pungkas Enjang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media Israel sebut AS Sedang Lakukan Negosiasi Mendalam dengan Iran
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dahnil Lapor ke Dasco soal Persiapan Haji 2026: Jemaah Siap Berangkat
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ada 3 Demo di Jakarta Hari ini, Hindari Titik Berpotensi Macet
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Pemotor Tewas Tertrabak Truk TNI di Kalideres, Polisi Militer Selidiki
• 5 jam laludisway.id
thumb
Super Mario Galaxy Movie Raup Untung USD190 Juta
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.