Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan bahwa Washington saat ini tengah menjalani negosiasi "mendalam" dengan Iran guna mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Ia juga menegaskan komitmennya bahwa AS tidak akanberhenti menyerang selama negosiasi tersebut berjalan.
Pernyataan ini disampaikan Trump dalam sesi wawancara dengan media Israel, Channel 12, pada Minggu (5/4). Menurut Trump, pemerintahannya secara aktif menjalin komunikasi dengan Teheran melalui berbagai saluran yang dipimpin oleh dua penasihat utamanya, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui jalannya perundingan, komunikasi kedua negara dilakukan melalui dua jalur.
Pertama, jalur tidak langsung yang dimediasi oleh Pakistan, Mesir, dan Turki. Kedua, pertukaran pesan secara langsung antara utusan khusus AS dengan Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi.
Saat ini, negara-negara mediator tersebut tengah berupaya menjembatani kedua belah pihak agar dapat menyepakati langkah-langkah yang memungkinkan adanya perpanjangan tenggat waktu dari AS.
Meski demikian, para sumber menyebutkan bahwa komunikasi telepon terbaru antara AS dan Iran belum membuahkan kemajuan yang signifikan.
Kepada media Israel, Channel 12, Trump meyakini masih ada "peluang bagus" untuk mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu berakhir pada Selasa (7/4).
Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa kegagalan perundingan akan memicu AS untuk mengambil tindakan militer yang "tegas" di kawasan tersebut.
Isyarat mengenai tenggat waktu ini semakin dipertegas oleh Trump melalui unggahannya di media sosial pada hari Minggu. Ia menulis pesan singkat berbunyi, "Selasa, pukul 20.00 Eastern Time!".
Pesan tersebut diyakini luas sebagai tenggat waktu pamungkas yang diberikan Washington kepada Iran untuk segera membuka kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.





