72 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Pramono: Karena Spaghetti

republika.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat terdapat 72 siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Kamis (2/4/2026). Puluhan orang itu masih harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit hingga Sabtu (4/4/2026).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku, sudah melihat sebagian besar korban terdampak dugaan keracunan itu. Berdasarkan hasil komunikasi dengan para korban, diduga keracunan itu disebabkan menu spaghetti dalam MBG yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2.

Baca Juga
  • Pemprov DKI Alokasikan Rp 77,5 Miliar Revitalisasi Anjungan Jakarta di TMII
  • Bank Jakarta Sediakan 20 Bus untuk Mudik Gratis Pemprov DKI
  • Gubernur Pramono Ikuti Arahan Pusat Soal Hemat BBM

"Saya tadi sudah melihat sebagian besar yang korban terdampak, memang diduga (keracunan) dari makanan spaghetinya," kata Pramono di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu.

Meski begitu, kata dia, hal itu baru sebatas dugaan. Menurut Pramono, dugaan itu harus lebih dulu dilakukan pemeriksaan, sehingga penyebab keracunan itu dapat diketahui secara pasti. "Diduga ya, tapi saya tidak mau berandai-andai, nanti biar laboratorium atau pihak yang bertanggung jawab yang akan menyampaikan secara terbuka," ucap Pramono.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut dia, hingga saat ini masih ada 72 orang yang dirawat di RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum, akibat mengalami gejala keracunan. Para korban umumnya mengalami gejala demam, mual, muntah, dan diare.

"Jadi per sekarang ini ada yang dirawat itu ada 72 orang. Memang ada yang datang kemudian terus pulang dan tidak dirawat. Tetapi yang dirawat ada 72 di tiga rumah sakit tadi," jelas Pramono.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Tingkatkan Konektivitas Ekonomi Digital, Kini Bisa Bayar Pakai QRIS di Korsel
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jelang Semifinal Piala FA: Leeds United Lawan Chelsea Usai Kalahkan West Ham, City vs Southampton
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Masih Istri Siri Insanul Fahmi, Inara Rusli Akui Pengin Punya Pasangan Lagi dan Bertekad Akan jadi Lebih Bijak
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Hujan Kritik, Trump Disebut Campurkan Agama dengan Perang Iran-Amerika Serikat
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ruas Jalan Impa-Impa – Anabanua di Wajo Mulus, Gubernur Sulsel: Mobilitas Warga Kian Lancar
• 21 menit laluterkini.id
Berhasil disimpan.