Indeks Bisnis-27 Dibuka Bertenaga, Saham BUMI, MEDC, hingga ADRO Melaju

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin (6/4/2026). Sejumlah saham seperti BUMI, MEDC, hingga ADRO tercatat bergerak menguat pada perdagangan pagi hari.

Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka menguat 0,20% ke posisi 482,71. Dari 27 konstituen, sebanyak 12 saham menguat, 11 melemah, dan 4 saham stagnan.

Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 2,63% ke Rp234, diikuti saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 1,87% ke Rp1.635, dan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang naik 1,60% ke Rp2.540.

Selain itu, saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) turut mengalami kenaikan 1,37% ke Rp2.950, diikuti saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 0,64% ke Rp3.150, dan saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) menguat 0,60% ke Rp1.680.

Sejumlah perbankan besar juga tercatat menguat pada perdagangan hari ini, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,90% ke Rp3.350, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 0,65% ke Rp4.680, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 0,38% ke Rp6.600, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menguat 0,27% ke Rp3.710.

Sementara sejumlah saham yang stagnan pada pembukaan perdagangan antara lain PT Astra International Tbk. (ASII), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA).

Baca Juga

  • Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah Terbebani Pelemahan Saham BRPT, ADMR & MEDC
  • Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat Terdorong Saham ADRO, MEDC, hingga UNTR
  • Indeks Bisnis-27 Ditutup Hijau Ditopang Penguatan Saham BUMI, NCKL & INCO

Sebaliknya, sejumlah saham yang bergerak melemah antara lain PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang melemah 5,08% ke Rp1.215, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) melemah 2,68% ke Rp1.270, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) melemah 2,08% ke Rp1.410.

Hal yang sama dialami oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang lesu 1,10% ke Rp3.600, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) melemah 1,07% ke Rp1.845, PT Indah Kiat Pulp & Papers Tbk. (INKP) melemah 0,52% ke Rp9.575, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) melemah 0,49% ke Rp1.015.

Sebelumnya, IHSG diproyeksikan berpotensi menguji area 7.150–7.200 pada pekan 6–10 April 2026, tetapi tekanan jual masih membayangi seiring dominasi sentimen global dan arus keluar dana asing.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, Chory Agung, dan Abida Massi Armand, mencatat IHSG pada pekan 30 Maret–2 April 2026 ditutup melemah 1,59% ke level 7.026 dengan net foreign sell mencapai Rp4,77 triliun. 

Tekanan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Iran yang mendorong pelaku pasar bersikap risk off, ditambah isu domestik terkait saham dengan kepemilikan terkonsentrasi yang turut menjadi perhatian investor belakangan. 

Dalam proyeksi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas melihat peluang rebound IHSG masih terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level support 6.950.

“IHSG berpotensi mengalami rebound selama masih mampu bertahan di area support 6.950, dengan kondisi saat ini yang menunjukkan konsolidasi dan pelemahan momentum bearish, sehingga membuka peluang kenaikan menuju 7.150–7.200,” tulis tim riset. 

Meskipun demikian, risiko penurunan lanjutan tetap perlu diwaspadai. IHSG dinilai masih berada dalam pola descending triangle yang mencerminkan tekanan jual dominan.

“IHSG saat ini menunjukkan potensi bearish continuation dengan pola descending triangle, di mana tekanan jual masih dominan terlihat dari lower high dan MACD yang kembali melemah,” kata analis. 

Skenario negatif dapat terkonfirmasi apabila IHSG kembali turun di bawah level 6.950, yang berpotensi membuka ruang pelemahan lebih dalam. 

Selain faktor teknikal, tekanan eksternal juga dinilai memberikan andil. Salah satunya, penguatan dolar AS di tengah eskalasi konflik global yang menekan rupiah dan berpotensi mendorong IHSG bergerak di bawah level 7.000 apabila diiringi aksi jual asing yang masif. 

”Menurut analis, pelemahan rupiah berpotensi berlanjut hingga menyentuh Rp17.500 pada 2026 jika konflik tidak mereda. Kondisi ini turut berdampak pada pasar saham, di IHSG dapat bergerak di bawah level 7000 dengan tekanan net foreign sell yang masif,” katanya.

Sementara dari dalam negeri, pasar akan berfokus pada realisasi 8 kebijakan penghematan nasional oleh pemerintah sebagai respons terhadap tekanan global. Kebijakan ini diprediksi menghasilkan penghematan yang signifikan, dengan Rp6,2 triliun dari WFH ASN dan Rp130 triliun dari efisiensi anggaran.

Di satu sisi, aksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah menuntaskan empat agenda penguatan transparansi pasar modal, turut dinilai memberikan sentimen positif secara jangka panjang terhadap pasar. Namun, secara jangka pendek sentimen cenderung mixed lantaran pasar masih akan fokus pada perang Iran.

Adapun empat agenda transparansi pasar modal yang telah dilakukan OJK dan SRO antara lain penyediaan data kepemilikan saham di atas 1%, implementasi pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), penguatan granularity klasifikasi investor dalam data kepemilikan saham KSEI menjadi total 39 klasifikasi dan tipe investor, dan kenaikan batas minimum free float menjadi 15%.

”Dalam jangka panjang, langkah ini merupakan transformasi positif karena meningkatkan standar, transparansi, dan investability pasar Indonesia, sehingga membuka peluang peningkatan aliran dana asing dan deadline yang sudah diberikan oleh indeks global Mei 2026 ini,” katanya.

Di satu sisi, pasar diramal memiliki kekhawatiran pada saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi atau free float yang terbatas, yang turut berisiko terdampak jika tidak memenuhi kriteria MSCI.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibombardir Amerika Serikat, Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Tewas
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Plastik Naik gegara AS-Israel Vs Iran, Pramono Jamin Stok di DKI Cukup
• 8 jam laludetik.com
thumb
Seorang Pria di Shenyang, Tiongkok Menyerang 6 Orang Sebelum Melompat dari Gedung
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
AS-Israel Serang Infrastruktur Sipil, Garda Revolusi Iran Siapkan Balasan Dahsyat
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
LKBN ANTARA raih dua apresiasi dari BSSN
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.