EtIndonesia. Beredar di internet kabar tentang insiden penyerangan brutal secara acak di jalanan Shenyang. Disebutkan 6 orang menjadi korban tebasan, 4 diantaranya meninggal dunia, dan pelaku kemudian melompat dari gedung hingga tewas. Video yang beredar menunjukkan kondisi lokasi kejadian sangat mengerikan. Hingga kini, kebenaran informasi tersebut belum dapat dipastikan.
Menurut kabar yang beredar, kejadian terjadi pada 4 April di kawasan Jalan Taiyuan, Distrik Heping, dekat Sekolah Dasar No. 3 Jalan Nanjing.
Saat ini, rekaman terkait dengan cepat disensor di media sosial dalam negeri Tiongkok, dan hanya sebagian kecil yang tersebar ke platform luar negeri. Video yang beredar menunjukkan setidaknya tiga lokasi berbeda dengan keberadaan jenazah atau genangan darah, mengindikasikan lebih dari satu korban tewas.
Di salah satu lokasi, di belakang sebuah kios pinggir jalan yang menjual telur bebek, terlihat genangan darah yang luas. Di bawah kursi juga terdapat cairan merah kental yang belum diketahui apakah merupakan jaringan tubuh atau darah yang telah membeku.
Lokasi lain berada di depan pintu sebuah toko di bawah gedung perumahan. Seorang pria terlihat tergeletak tengkurap dengan darah mengalir di bawah kepalanya, diduga telah meninggal dunia. Perekam video terdengar berkata: “Ada pembunuhan! Ada pembunuhan!”
Sebuah foto lain menunjukkan satu jenazah tergeletak di zebra cross di persimpangan jalan, diduga tanpa kepala, dengan darah memenuhi area leher.
Gambar-gambar ini menunjukkan bahwa pelaku bertindak sangat kejam, bukan sekadar melukai, tetapi berniat membunuh.
Sejumlah warganet setempat mengklaim bahwa seorang pria menyerang orang-orang di pasar dengan pisau, melukai 6 orang dan menewaskan 4 di antaranya. Disebutkan salah satu korban mencoba melawan namun akhirnya dipenggal. Pelaku kemudian melompat dari gedung dan meninggal. Ada juga versi lain yang menyebutkan 2 orang tewas.
Informasi di atas belum terverifikasi dan kebenarannya masih belum jelas.
Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari pihak berwenang setempat. Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas Tiongkok disebut berupaya keras menyensor berbagai kasus pembunuhan serius demi menjaga “stabilitas”.
Informasi terkait dengan cepat dihapus dari media sosial domestik. Bahkan diskusi warganet di kolom komentar juga disensor.
Di platform Douyin masih terdapat banyak jejak pencarian terkait kejadian ini. Beberapa kreator mencoba menarik perhatian dengan cara tidak langsung. Misalnya, ada yang mengunggah video berjudul “kemacetan di Jalan Taiyuan”, dan banyak warganet bertanya di kolom komentar tentang apa yang sebenarnya terjadi. Namun dalam waktu sekitar lima jam, ratusan komentar tersebut telah dihapus.
Ada juga unggahan berupa tangkapan layar teks yang berbunyi: “Ada apa lagi dengan Jalan Taiyuan di Shenyang? Benar atau tidak? Muncul lagi ‘Pangeran Lanling’…”
Istilah “Pangeran Lanling” merujuk pada peristiwa yang beredar pada Juli 2024, ketika sebuah tempat pemandian di Distrik Tiexi, Shenyang, dilaporkan mengalami serangan acak dengan korban “9 tewas dan 13 luka”. Pelaku saat itu dijuluki warganet sebagai “Lanling dari Tiexi”. Pada bulan yang sama, juga beredar kabar seorang pria lanjut usia menyerang orang di taman di Distrik Tiexi, menyebabkan “3 tewas dan 1 luka”, dan dijuluki “Dian Wei dari Tiexi”.
Belakangan ini, di daratan Tiongkok terjadi beberapa kasus kekerasan acak yang serius:
- 31 Maret, di Wuhan, Jalan Qingsong, terjadi serangan acak. Warga menyebut “7–8 orang ditebas”, namun otoritas hanya melaporkan “4 orang terluka”.
- 29 Maret, di Beijing Distrik Fangshan, sebuah pasar desa diseruduk buldoser, menyebabkan puluhan korban. Disebutkan sedikitnya 13 orang tewas.
- 26 Maret, di Shenzhen, terjadi dua insiden penikaman acak dalam satu hari, dengan sejumlah pelajar menjadi korban tewas dan luka.
(Hui)




