Tentara Israel dilaporkan menghancurkan seluruh kamera pengawas yang mengarah ke Markas Besar Pasukan Penjaga Perdamaian PBB UNIFIL, di wilayah Naqoura, Lebanon Selatan. Insiden ini memicu ketegangan baru antara Israel dengan misi perdamaian internasional di kawasan itu.
Juru bicara UNIFIL, Candice Ardell, menilai tindakan Israel itu berpotensi membahayakan keselamatan personel dan mengganggu operasi penjaga perdamaian di wilayah yang selama ini rawan konflik.
UNIFIL menyatakan akan mengajukan protes resmi kepada pihak Israel dan meminta tentara Israel menghormati fasilitas milik PBB.
Baca Juga :
Malaysia Minta DK PBB Ambil Langkah Tegas Lindungi Personel UNIFILUntuk diketahui, UNIFIL telah beroperasi di Lebanon Selatan sejak 1978 dan diperluas berdasarkan resolusi Dewan Keamanan 1701 setelah perang antara Israel dengan Hizbullah meletus pada tahun 2006.
Ketegangan di wilayah tersebut meningkat sejak Israel melancarkan serangan udara dan operasi darat menyusul serangan lintas batas oleh Hizbullah pada 2 Maret, meskipun gencatan senjata sebelumnya telah berlaku sejak November 2024.
Otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 1.422 orang tewas dan 4.294 lainnya terluka akibat rangkaian serangan tersebut.



