JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan menceritakan momen di balik kedatangan Anies Baswedan ke rumah Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Jawa Barat, pada 21 Maret 2026 lalu.
Syarief mengatakan, kader Demokrat yang hadir di lokasi kaget, mengingat Anies tidak diundang ke open house SBY tersebut.
Apalagi, hubungan Anies dan SBY juga buruk saat Pilpres 2024, ketika Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) gagal menjadi cawapres pendamping Anies.
"Jadi situasi yang membuat kita semua itu saling introspeksi. Sehingga bagi kami Partai Demokrat, kader-kader Partai Demokrat pada saat Mas Anies datang, ada yang kaget. Ada yang menyadari bahwa ini adalah momen yang bagus untuk silaturahmi. Jadi, positif," ujar Syarief dalam program Gaspol Kompas.com, dikutip Senin (6/4/2026).
Baca juga: Di Balik Sikap Dingin Cikeas ke Anies: Trauma 2024 atau Taruhan 2029?
Meski kader Demokrat kaget dengan kedatangan Anies, Syarief mengeklaim momen tersebut justru sangat bagus untuk saling memaafkan.
Dia mengatakan, Demokrat tidak ingin berbicara siapa yang berbuat kesalahan ketika itu.
Kedatangan Anies, kata Syarief, dianggap sebagai sesuatu hal yang positif.
"Ya mungkin Mas Anies datang tentunya ini menunjukkan bahwa dia menyadari dan membuka diri. Membuka diri untuk datang, bersilaturahmi," jelasnya.
"Dalam arti kata ya bila terjadi... Hubungan selama ini terjadi sesuatu yang kurang menyenangkan bagi Partai Demokrat, tentu dia juga dengan secara implisit menunjukkan, adalah ya dia bersilaturahmi untuk saling memaafkan pada momen yang tepat ini," sambung Syarief.
Lebih jauh, Syarief mengatakan, Anies juga merupakan manusia biasa, sehingga eks Gubernur Jakarta itu datang dengan tulus.
Baca juga: Datang Tanpa Diundang, Silaturahmi Anies di Cikeas yang Jadi Sorotan
Demokrat pun turut membalas ketulusan Anies itu dalam momen silaturahmi Idul Fitri 2026 di rumah SBY.
Maka dari itu, Syarief berharap, momen ini dapat menjadi sesuatu yang positif bagi Anies dan Demokrat ke depan.
"Sebagai tokoh nasional saat ini bagus ke depan. Di mana pun posisinya itu tidak menjadi masalah, tetapi bagus buat bangsa ini ke depan. Dan ini juga menjadi suatu contoh bagi kita semua, bahwa ya enggak apa-apa kalau kita suatu saat kita terjadi suatu perbedaan, kita suatu saat terjadi friksi di dalam bagaimana membangun bangsa ini. Kita bisa saling memaafkan untuk ke depan yang lebih bagus," imbuhnya.
Anies datang ke open house SBYSebelumnya diberitakan, Anies Baswedan tiba-tiba datang ke open house SBY di Cikeas, tanpa diundang.
Namun, Anies tetap disambut, karena disebut masih berhubungan baik dengan SBY dan AHY.
Padahal, hubungan Anies dengan Partai Demokrat sempat retak karena keputusannya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 untuk maju bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.
Baca juga: Penjelasan Pihak Anies soal Datang ke Open House SBY meski Tak Diundang
Sebab, kala itu, AHY santer dikabarkan menjadi cawapres pendamping Anies.
“Ya mungkin sempat ada salah paham, tapi hubungan baik terus kok,” ujar Usamah Abdul Aziz, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/6/2026) malam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



