JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono buka suara mengenai nasib prajurit TNI yang menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
Hal itu disampaikannya menyusul rangkaian serangan Israel yang menyebabkan gugurnya beberapa personel TNI saat menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Dave menegaskan keputusan untuk menarik prajurit TNI dari pasukan perdamaian tidak bisa diambil secara tergesa-gesa.
Ia menyebut keputusan tersebut harus melalui evaluasi secara menyeluruh dengan mempertimbangkan keselamatan prajurit TNI dan menjaga kehormatan Indonesia di panggung internasional.
"Melihat hal-hal tersebut dan juga sudah ada korban dari prajurit kita, maka harus dipertimbangkan dengan baik, dengan matang, untuk mengevaluasi total pentingnya, dan kebutuhan akan prajurit kita ditugaskan di Lebanon," katanya, Minggu (5/4/2026), sebagaimana laporan tim jurnalis KompasTV.
Baca Juga: Sederet Desakan SBY ke PBB usai Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Sebut Personel UNIFIL Ada di War Zone
Dave mengatakan Indonesia berkomitmen untuk menjaga perdamaian dunia sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar.
Penyiapan prajurit TNI untuk pasukan penjaga perdamaian pun menurutnya juga bagian dari komitmen tersebut.
Namun, kata dia, situasi di Lebanon terus berkembang dan tidak pasti. Tiga prajurit TNI juga dilaporkan gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
"Maka itu, perlu dipertimbangkan tentang keberadaan prajurit kita," ujarnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- prajurit tni di lebanon
- misi perdamaian unifil
- serangan israel lebanon
- evaluasi keberadaan tni
- dave laksono
- komisi i dpr ri





