KPAI Soroti Pemilihan Diksi dalam Film Aku Harus Mati, Ingatkan Nilai Budaya

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara terkait polemik billboard promosi film Aku Harus Mati yang menuai keresahan di tengah masyarakat. Terutama karena dinilai memiliki diksi yang menyeramkan dan berpotensi berdampak pada anak-anak.

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, menegaskan bahwa pihaknya tetap mengapresiasi karya insan perfilman Indonesia. Namun, ia mengingatkan agar setiap bentuk promosi tetap mempertimbangkan nilai edukatif dan kondisi publik.

“Kami sebenarnya mengapresiasi setiap karya insan perfilman Indonesia. Namun kami sangat berharap ada muatan yang jauh lebih edukatif dan juga memperhatikan kondisi publik,” ujar Diyah.

Menurutnya, konten yang disajikan ke ruang publik seharusnya mampu memberikan nilai positif, seperti mengajak masyarakat untuk lebih menghargai hidup serta menghadirkan pesan yang persuasif dan mencerahkan.

KPAI juga menyoroti pemilihan diksi dalam judul film yang dinilai kurang ramah anak. Apalagi, billboard tersebut dipasang di ruang publik yang bisa dilihat oleh siapa saja, termasuk anak-anak.

“Meskipun anak mungkin tidak menonton, tapi kalau dipasang di tempat umum, siapa pun akan melihat, tidak terkecuali anak-anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, kekhawatiran muncul karena visual dan pesan yang disampaikan dinilai dapat memengaruhi cara berpikir maupun kondisi psikologis anak.

“Ini sangat persuasif dan dikhawatirkan bisa mempengaruhi pemikiran ataupun sikap anak-anak,” lanjutnya.

Terkait polemik yang berkembang, KPAI tidak secara tegas menyebut adanya kelalaian. Namun, mereka menilai ada sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian, mulai dari pemilihan kata, penempatan di ruang publik, hingga potensi pengabaian nilai budaya.

“Yang menjadi sorotan adalah pemilihan diksi, penempatan di tempat umum, dan seolah meninggalkan nilai-nilai budaya kita,” kata Diyah.

Diyah pun menekankan pentingnya kehati-hatian dalam merancang materi promosi, terutama yang dipasang di ruang publik dan berpotensi diakses anak-anak. Ia menilai, kepentingan terbaik bagi anak serta nilai moral harus menjadi pertimbangan utama.

Sebelumnya, Billboard film Aku Harus Mati yang tersebar di beberapa wilayah mengganggu kenyamanan warga. Billboard dipasang terkait promosi penayangan film tersebut.

Hasan, warga Bekasi, misalnya. Ia menyampaikan bahwa billboard film tersebut membuat anaknya ketakutan ketika melihatnya.

Tidak hanya itu, kritik juga disampaikan netizen di media sosial mengenai billboard film Aku Harus Mati.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demi Efisiensi BBM, Mendikti Terapkan Kuliah Online Mulai Pekan Ini
• 7 menit lalukatadata.co.id
thumb
Camat Ujung Pandang Dorong Setiap Kelurahan Harus Punya Inovasi Sesuai Karakter Wilayah
• 10 jam laluterkini.id
thumb
Purbaya Proyeksi Pertumbuhan Kredit Perbankan Bisa Capai 20%, Terdorong Dana SAL
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Puncak Arus Balik Paskah, 44 Ribu Penumpang Kereta Tiba di Jakarta
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ternyata Usia Matahari Dekati 5 Miliar Tahun, Bumi Makin Sekarat
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.