OJK Cirebon Perluas Literasi Keuangan Syariah hingga Tingkat Komunitas

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, CIREBON- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dengan menyasar langsung komunitas masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan masjid sebagai pusat edukasi. 

Langkah ini diklaim strategis untuk membangun pemahaman keuangan yang lebih merata sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan literasi keuangan syariah memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. 

Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap pengelolaan keuangan akan mendorong masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial, sekaligus memanfaatkan produk keuangan secara optimal.

“Literasi bukan sekadar mengetahui, tetapi bagaimana masyarakat mampu mengelola keuangan secara bertanggung jawab dan terhindar dari risiko,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Agus mengatakan, saat ini masih adanya kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Banyak masyarakat yang telah mengenal produk keuangan, namun belum sepenuhnya memahami cara penggunaannya secara tepat. 

Baca Juga

  • Harga Pangan di Cirebon Kompak Turun, Cek Daftarnya Hari Ini 6 April
  • KDM Janjikan Cirebon Seperti Yogyakarta, Eksekusi Mulai 2027
  • Kabupaten Cirebon Tak Pernah Keluar dari Zona Miskin Sejak 544 Tahun Lalu

Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko, termasuk kerentanan terhadap penipuan keuangan.

Untuk itu, edukasi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pengenalan produk dan layanan keuangan syariah, tetapi juga mencakup pengelolaan keuangan rumah tangga serta peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan finansial. 

"Seiring perkembangan teknologi, bentuk penipuan semakin kompleks dan kerap menyasar kelompok masyarakat dengan tingkat literasi rendah," kata Agus.

Menurut Agus, pendekatan berbasis masjid dipilih karena dinilai efektif menjangkau masyarakat secara langsung. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial yang memiliki kedekatan dengan warga. 

Dengan demikian, penyebaran informasi keuangan dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.

Selain itu, kelompok ibu rumah tangga menjadi salah satu target utama dalam program ini. Peran mereka dalam mengatur keuangan keluarga dianggap strategis dalam menciptakan stabilitas ekonomi di tingkat rumah tangga. 

"Dengan peningkatan literasi, diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pemahaman keuangan kepada lingkungan sekitarnya," tuturnya.

Selain itu, OJK juga menekankan pentingnya penggunaan layanan keuangan yang resmi dan diawasi. Masyarakat diimbau untuk memastikan legalitas lembaga keuangan sebelum menggunakan produk atau layanan, guna menghindari praktik ilegal yang merugikan.

Di wilayah Ciayumajakuning, potensi pengembangan keuangan syariah dinilai cukup besar, terutama dengan basis masyarakat yang memiliki kedekatan dengan nilai-nilai ekonomi syariah. 

Namun, tanpa didukung literasi yang memadai, potensi tersebut dinilai belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Melalui program edukasi berkelanjutan, OJK Cirebon menargetkan terciptanya masyarakat yang tidak hanya melek keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan produktif," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Jadwal KRL Jogja–Solo Hari Ini, Cek Jam Keberangkatan di Sini
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Warga vs Pesantren Darul Istiqamah Maros, Aksi Santri Cor Jalan Dinilai Melawan Hukum
• 23 jam laluterkini.id
thumb
Kementerian PU Bangun 245 Unit Huntara di Kecamatan Batangtoru dengan Fasilitas Lengkap Layak Huni
• 12 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Ramalan Zodiak Minggu Ini: Hubungan, Karier, dan Keuangan di 6 - 12 April 2026
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Instruksi Lengkap Panglima TNI Pasca Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.