Memahami Teknologi Baterai Mobil Hybrid, Ini 9 Hal Penting yang Perlu Diketahui

medcom.id
10 jam lalu
Cover Berita
DKI Jakarta: Kehadiran Toyota New Veloz Hybrid EV membuat kendaraan elektrifikasi (xEV), khususnya mobil hybrid, semakin diminati masyarakat. Dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan mobil listrik murni, teknologi hybrid menjadi solusi praktis bagi konsumen yang ingin menikmati efisiensi bahan bakar sekaligus emisi lebih rendah.
 
Popularitas mobil hybrid juga didorong oleh kemudahan penggunaan yang tidak memerlukan pengisian daya eksternal seperti mobil listrik berbasis baterai. Konsumen cukup menggunakan kendaraan seperti biasa karena sistem hybrid mampu mengisi ulang energi secara otomatis saat mobil berjalan.
 
“Seiring kehadiran New Veloz Hybrid EV, Konsumen perlu memahami teknologi pada mobil hybrid. Salah satunya adalah baterai sebagai energi untuk menggerakkan motor listrik. Baterai tegangan tinggi ini menjadi salah satu komponen penting pada Hybrid EV agar lebih hemat bensin dan rendah emisi,“ kata Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, melalui keterangan resminya.

Berikut beberapa informasi penting mengenai baterai Toyota New Veloz Hybrid EV yang perlu diketahui konsumen. 1. Menggunakan Baterai Lithium-ion Toyota New Veloz Hybrid EV dibekali baterai lithium-ion kompak berkapasitas sekitar 0,7 kW. Baterai ini mampu menghasilkan tenaga hingga 80 PS untuk menggerakkan motor listrik. Baca Juga:
Daftar Harga Mobil Listrik Wuling per April 2026
Teknologi tersebut berperan besar dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga sekitar 40 persen dibandingkan model bensin konvensional. Konsumsi bahan bakar mobil ini bahkan diklaim bisa mencapai 28,9 km per liter. 2. Posisi Baterai di Bawah Jok Penumpang Baterai hybrid ditempatkan di bawah jok penumpang depan. Penempatan ini membuat ruang kabin dan bagasi tetap optimal tanpa mengorbankan kepraktisan kendaraan keluarga.
 
Selain itu, posisi tersebut juga membantu menjaga distribusi bobot kendaraan agar tetap seimbang saat digunakan. 3. Mengusung Sistem Self Charging Salah satu keunggulan mobil hybrid adalah kemampuan pengisian daya baterai secara otomatis atau self charging. Energi listrik akan terisi kembali saat mobil melakukan pengereman, deselerasi, atau melaju di jalan menurun.
 
Dengan sistem ini, pengguna tidak memerlukan fasilitas charging station sehingga mobil tetap praktis digunakan hingga ke wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengisian kendaraan listrik. Baca Juga:
Estimasi Pajak Toyota Innova Reborn Berdasarkan Tahun Produksi 4. Tetap Menggunakan Aki 12 Volt Meski memiliki baterai tegangan tinggi, mobil hybrid Toyota tetap menggunakan aki kecil atau auxiliary battery. Aki ini berfungsi menyuplai listrik untuk sistem kelistrikan 12 volt seperti lampu, audio, klakson, serta berbagai komponen elektronik termasuk Electronic Control Unit (ECU).
 
Aki kecil tetap memerlukan perawatan rutin agar tidak mengalami penurunan performa yang dapat menyebabkan mesin bensin sulit dinyalakan. 5. Jangan Menutup Kisi Pendingin Baterai Toyota menyediakan kisi udara pada penutup baterai untuk membantu proses pendinginan. Komponen ini berfungsi menjaga suhu baterai tetap stabil selama kendaraan digunakan.
 
Menutup kisi udara dapat mengganggu sistem pendingin dan berpotensi menyebabkan baterai mengalami overheat, sehingga berpengaruh pada usia pakainya. 6. Garansi Baterai dan Aki Auto2000 memberikan jaminan purna jual sesuai ketentuan yang berlaku. Aki kecil mendapat garansi selama 1 tahun atau 20.000 km, mana yang tercapai lebih dahulu. Sementara itu, baterai hybrid memperoleh garansi hingga 8 tahun atau 160.000 km. Baca Juga:
Sebelum Pulang Kerja, Cek Dulu 28 Gerbang Tol yang Terkena Ganjil Genap 7. Panaskan Mesin Jika Mobil Lama Tidak Digunakan Jika kendaraan hybrid ditinggalkan dalam waktu cukup lama, misalnya selama liburan, pemilik disarankan tetap memanaskan mesin secara berkala. Hal ini bertujuan menjaga daya aki kecil tetap terisi sekaligus memastikan oli mesin tetap bersirkulasi dengan baik. 8. Indikator Baterai Tidak Pernah 100 Persen Pemilik mobil hybrid tidak perlu khawatir jika indikator baterai tegangan tinggi tidak pernah menunjukkan pengisian penuh.
 
“Jangan khawatir jika melihat indikator pengisian High Vlotage Battery Hybrid tidak sampai 100%. Sebenarnya hal tersebut normal karena battery hybrid didesain tidak bisa terisi 100%. Kondisi ini diperlukan untuk menjaga keawetan baterai (battery health) dan ada ruang pengisian saat kendaraan melakukan regenerative braking (pengereman), deselerasi (lepas pedal gas), dan berkendara di jalan menurun,“ jelas Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Sapta Nugraha. 9. Mobil Tidak Bisa Berjalan Jika Motor Listrik Rusak Sapta juga menjelaskan motor listrik memiliki peran penting dalam sistem hybrid. Jika komponen tersebut mengalami kerusakan, kendaraan tidak dapat dijalankan. Hal ini karena proses menghidupkan mesin bensin memerlukan bantuan motor generator (MG1).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Reuni Red Sparks di Surabaya, Megawati Hangestri Kembali Jadi Perbincangan Media Korea
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Hasil Super League: Ramon Tanque Borong 2 Gol, Persib Masih Kokoh di Puncak
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
PTBA Akui Penutupan Selat Hormuz Berdampak ke Penjualan Batu Bara
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Union Berlin vs St Pauli, Laga di Alte Foersterei Berakhir Imbang 1-1
• 16 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.