PTBA mengakui penutupan Selat Hormuz berdampak pada distribusi ekspor batu bara yang memengaruhi kinerja penjualan perseroan.
IDXChannel - Eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang berujung penutupan Selat Hormuz berdampak pada distribusi ekspor batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Distribusi yang terganggu mempengaruhi kinerja penjualan perseroan.
Direktur Komersial PTBA, Verisca Hutanto, mengatakan tekanan bisnis dirasakan korporasi sejak jalur perdagangan via Selat Hormuz diblokade militer Iran. Kendati mekanisme perdagangan secara Free on Board (FoB), tetap saja nilai neraca ekspor tertekan biaya rantai pasok.
"Sebenarnya PTBA ini kan penjualannya masih FOB MV. Jadi, memang untuk pengiriman itu bebannya ke pembeli, tapi tetap ada dampaknya karena biaya logistik yang tinggi pasti akan mempengaruhi dari sisi penjualan," kata Verisca dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Walau menghadapi risiko bisnis dalam hal distribusi, PTBA fokus pada kualitas komoditas yang diekspor. Dengan begitu, perseroan belum melakukan penyesuaian biaya produksi untuk setiap batu bara yang diekspor ke kawasan yang melewati Selat Hormuz.
"PTBA berusaha mempertahankan kualitas sebagai premium brand. Dari sisi penjualan walaupun biaya logistik naik, tapi pembeli tetap akan membeli batu bara PTBA dengan harga yang cukup baik," kata dia.
Adapun kinerja ekspor selama ini turut berkontribusi pada neraca keuangan perseroan. Pada 2025, misalnya, korporasi mencatatkan kinerja ekspor sebesar 46 persen.
Untuk meningkatkan kinerja, Bukit Asam melakukan diversifikasi pasar selain ke India dan China. Teranyar, korporasi mengekspor komoditas ke Eropa seperti Spanyol dan beberapa negara di Asia Tenggara.
(Febrina Ratna Iskana)





