Chivu Ungkap Rahasia Kebangkitan Nerazzurri Tundukan Roma 5-2

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

INTER Milan memberikan pernyataan tegas dalam perburuan gelar juara setelah sempat tampil loyo sebelum jeda internasional. Menjamu AS Roma di San Siro, Nerazzurri tampil beringas dan menutup laga dengan skor telak 5-2.

Kemenangan ini menjadi sangat emosional, terutama dengan kembalinya kapten tim, Lautaro Martinez. Striker asal Argentina yang absen sejak 18 Februari akibat cedera betis tersebut langsung tampil meledak dengan torehan dua gol. Pesta gol Inter kian lengkap melalui aksi Marcus Thuram, Nicolo Barella, serta sebuah gol jarak jauh spektakuler dari Hakan Calhanoglu.

Perubahan Mental di Babak Kedua

Sempat kesulitan meladeni permainan Roma di babak pertama, Inter melakukan transformasi luar biasa usai turun minum. Cristian Chivu, yang memberikan keterangan usai laga, menekankan pentingnya mentalitas "membunuh" pertandingan yang sempat hilang dalam beberapa laga terakhir.

Baca juga : Duet Lautaro-Thuram Menggila, Inter Milan Gilas Roma 5-2 di San Siro

“Kami sangat senang melihat Lautaro kembali, melihat Marcus mencetak gol dan asis, Barella mencetak gol, serta melihat performa luar biasa dari Denzel Dumfries, Diouf, hingga Frattesi yang tidak bermain malam ini,” ujar Chivu kepada DAZN Italia.

Chivu menjelaskan bahwa gol ketiga di awal babak kedua adalah titik balik yang membakar semangat seluruh bangku cadangan. Menurutnya, Inter belajar dari kesalahan masa lalu yang sering kali bermain pasif saat sudah unggul.

“Itulah yang kami minta saat jeda, untuk memiliki pendekatan yang tepat sejak babak kedua dimulai, menyelesaikan permainan, dan mencetak lebih banyak gol. Kami menunjukkan kedewasaan. Ada beberapa goyangan di laga-laga sebelumnya saat kami mencoba bertahan dengan hasil yang ada, dan seharusnya kami tidak melakukan itu,” lanjutnya.

Baca juga : Lautaro Martinez: Kemenangan Inter Milan atas AS Roma adalah Pesan untuk Diri Sendiri

Taktik Mematikan Redam Agresivitas Roma

Chivu mengakui menekan Roma bukanlah perkara mudah. Di babak pertama, pergerakan lini tengah Roma sempat membuat lini pertahanan Inter kewalahan, terutama dalam mengantisipasi aliran bola ke arah Malen.

Namun, keberanian untuk mendorong Hakan Calhanoglu lebih maju di babak kedua terbukti menjadi kunci. Inter mulai bermain lebih cepat, memutus lini pertahanan lawan, dan meningkatkan intensitas duel perebutan bola.

Dukungan Emosional untuk Bastoni

Di tengah kemenangan besar tersebut, ada momen haru saat Alessandro Bastoni ditarik keluar. Publik San Siro memberikan standing ovation (tepuk tangan berdiri) sebagai bentuk dukungan moral bagi sang bek.

Bastoni tengah menjadi sorotan tajam menyusul kartu merahnya di laga play-off Piala Dunia bersama Timnas Italia. Di tengah rumor kepindahannya ke Barcelona akibat atmosfer negatif di Italia, dukungan fans Inter menjadi oase bagi pemain berusia 26 tahun tersebut.

Menanggapi tekanan media dan kritik pedas terhadap pemainnya, Chivu memberikan pesan bijak mengenai ekosistem sepak bola saat ini.

“Kita semua bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sepak bola karena kritik dan negativitas lebih banyak mendapat perhatian. Kita harus ingat bahwa sepak bola adalah permainan. Kita semua bersalah, jadi kita harus mengubah pendekatan terhadap olahraga indah ini,” tutup Chivu. (Football-Italia/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Manasik Haji Khusus Batch 2, Jemaah Tazkiyah Mantapkan Kesiapan Berangkat 3 Mei
• 11 jam laluterkini.id
thumb
BEI Beberkan Alasan Tak Ungkap Pemegang Saham dalam Daftar HSC
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Warga Toddopuli Makassar Keluhkan PDAM: Debit Air Kecil, Warnanya Keruh dan Berbau
• 10 jam laluharianfajar
thumb
JK Ambil Langkah Hukum, Kuasa Hukum Laporkan Rismon dan Sejumlah Akun Youtube ke Polisi
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Ogah Lirik Kursi Timnas Italia, Massimiliano Allegri Beri Sinyal Setia di AC Milan!
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.