Wali Kota Makassar: Camat dan Lurah Bukan Raja Kecil, Tapi Pelayan Masyarakat!

terkini.id
12 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – Ruang Sipakatau di Kantor Wali Kota Makassar, Senin pagi 6 April 2026, dipenuhi camat dan lurah dari seluruh wilayah Makassar.

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tidak sekadar membahas program kerja, tetapi juga menekankan soal disiplin, kepemimpinan, dan soliditas pemerintahan wilayah.

Dalam arahannya, Munafri berbicara tegas namun penuh penekanan pada peran camat dan lurah sebagai ujung tombak pemerintahan.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program pemerintah sangat ditentukan oleh kinerja pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan, karena di situlah pemerintah berhadapan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, koordinasi dan komunikasi harus terus diperkuat agar seluruh program pemerintah dapat berjalan merata di seluruh wilayah Makassar dan tidak ada wilayah yang tertinggal.

Rapat koordinasi terkait tata kelola sampah di ruang Sipakatau Kota Makassar, Senin 6 April 2026/ EPL

“Saya tidak ingin ada lagi yang tidak mengikuti rapat atau tidak mengetahui program yang akan dijalankan. Karena itu saya mengundang camat dan lurah agar kita memastikan semua yang akan kita kerjakan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya di hadapan para camat dan lurah.

Rapat koordinasi tersebut, kata Munafri, bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan forum untuk menyamakan persepsi dan memastikan seluruh perangkat wilayah bergerak dalam arah yang sama dalam menjalankan program pemerintah.

Disiplin Dimulai dari Pimpinan

Dalam rapat tersebut, isu disiplin aparatur menjadi salah satu sorotan utama. Munafri menilai disiplin bukan hanya soal kehadiran atau jam kerja, tetapi juga menyangkut tanggung jawab, etika kerja, dan komitmen terhadap pelayanan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa camat dan lurah harus menjadi teladan bagi seluruh aparat di wilayahnya masing-masing.

“Bagaimana kita bisa berbicara tentang teladan kalau kita sendiri tidak menghargai waktu. Disiplin itu harus dimulai dari pimpinan wilayah,” tegas orang nomor satu di Makassar ini.

Menurutnya, masyarakat akan menilai pemerintah dari pelayanan di kantor kecamatan dan kelurahan. Jika pelayanan di tingkat wilayah berjalan baik, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kota juga akan meningkat.

Pemerintahan Harus Berjalan Sebagai Satu Sistem

Munafri juga menyoroti pentingnya kerja sama dalam pemerintahan wilayah. Ia menegaskan bahwa pemerintahan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus berjalan sebagai satu sistem yang saling terhubung.

“Tidak bisa hanya satu atau dua orang yang bekerja, sementara yang lain tidak bergerak. Pemerintahan ini adalah satu sistem yang harus berjalan bersama,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa jika struktur pemerintahan wilayah tidak solid, maka akan ada wilayah yang tertinggal dan program pemerintah tidak akan berjalan maksimal. Karena itu, koordinasi antara kecamatan dan kelurahan harus terus diperkuat.

Camat dan Lurah Adalah Pelayan Masyarakat

Salah satu pernyataan yang paling ditekankan dalam rapat tersebut adalah bahwa camat dan lurah bukanlah penguasa wilayah.

Munafri menegaskan bahwa camat dan lurah adalah pelayan masyarakat dan bagian dari sistem pemerintahan yang bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Camat dan lurah bukan raja kecil. Kalian adalah pelayan masyarakat. Semua program pemerintah ujung tombaknya ada di camat dan lurah,” ujarnya.

Menurutnya, camat dan lurah memiliki peran penting sebagai penghubung antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota dengan masyarakat di wilayah masing-masing. Informasi dan program pemerintah harus sampai ke masyarakat melalui camat dan lurah.

Pemerintahan Seperti Orkestra

Dalam arahannya, Munafri juga mengibaratkan pemerintahan sebagai sebuah orkestra yang harus memainkan nada yang sama agar tercipta harmoni pembangunan.

Jika ada yang berjalan sendiri-sendiri atau tidak mengikuti sistem, maka pembangunan tidak akan berjalan dengan baik.

“Ibarat orkestra, semua harus memainkan nada yang sama. Saya tidak mau ada yang berjalan sendiri-sendiri sehingga merusak harmoni pembangunan,” kata Appi.

Ia menegaskan bahwa prinsip pemerintahan wilayah adalah tidak boleh ada yang tertinggal, baik dalam pembangunan maupun pelayanan masyarakat.

“Prinsip kita adalah no one left behind. Tidak ada satu pun yang tertinggal. Untuk itu diperlukan kepemimpinan dan disiplin dari semua pihak,” tegasnya.

Program Harus Terlihat di Lapangan

Di akhir arahannya, Munafri berharap rapat koordinasi tidak hanya menjadi pertemuan formal, tetapi harus menghasilkan kerja nyata di lapangan.

Ia meminta seluruh camat dan lurah memastikan program pemerintah benar-benar berjalan di wilayah masing-masing serta pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan.

“Saya berharap apa yang kita sepakati hari ini benar-benar dilaksanakan. Kita jalankan bersama-sama agar seluruh program pemerintah bisa berjalan optimal,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
72 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Pramono: Karena Spagheti
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Purbaya Akui Coretax Cacat Desain, Janji Hapus Praktik Joki Pajak
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Lagi-lagi Masalah Sampah: Lahan Pribadi di Cibinong Jadi TPS Liar
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan BBM di Jember
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Satlantas Polres Konawe Utara Tambal Jalan Berlubang di Trans Sulawesi Konawe Utara
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.