Pantau - Pelatih PSV Eindhoven Peter Bosz mengatakan timnya tidak mengalami fase menegangkan dalam mempertahankan gelar juara Liga Belanda musim 2025/2026.
PSV memastikan gelar juara setelah mengalahkan FC Utrecht dengan skor 4-3 pada pertandingan Sabtu (4/4). Kemenangan tersebut membuat PSV mengoleksi 71 poin di puncak klasemen. Hasil imbang 0-0 yang diraih pesaing terdekat Feyenoord saat menghadapi Volendam pada Minggu (5/4) memastikan mereka tidak mampu lagi mengejar perolehan poin PSV.
“Tidak ada yang lebih penting. Tahun pertama kami menang 17 laga awal dengan permainan bagus. Tahun kedua sempat menurun sehingga jadi sangat menegangkan. Tahun ini tidak lagi menegangkan ketika kami unggul 19 poin. Itu juga terasa di tim saya pada fase akhir,” ujar Bosz seperti dikutip dari De Telegraaf.
Bosz Rayakan Gelar Secara SederhanaBosz mengungkapkan dirinya tidak menonton pertandingan penentuan bersama para pemain dan staf tim. Ia memilih menyaksikan beberapa pertandingan dari rumah, termasuk laga Heerenveen melawan Heracles dan Volendam menghadapi Feyenoord.
“Saya bolak-balik menonton Heerenveen vs Heracles, Ronde van Vlaanderen, dan Volendam vs Feyenoord. Saat sudah jelas kami juara, saya menerima banyak pesan masuk. Tentu ada kebahagiaan, tapi mungkin tidak sampai euforia besar kalau menontonnya sendirian,” katanya.
Para pemain, pelatih, dan staf PSV kemudian menggelar pesta tertutup pada Minggu malam untuk merayakan keberhasilan meraih gelar Liga Belanda secara beruntun.
Perayaan Terbuka dan Cedera SchoutenSkuad PSV dijadwalkan melakukan arak-arakan di Kota Eindhoven pada Selasa (7/4). Perayaan tersebut akan dilakukan dengan tradisi konvoi truk terbuka dan perayaan di balkon Stadhuisplein.
Namun di tengah kegembiraan tersebut, PSV menerima kabar kurang baik setelah gelandang Jerdy Schouten mengalami cedera. Meski demikian, Bosz berharap Schouten tetap dapat mengikuti perayaan bersama tim.
“Jerdy sangat penting musim ini. Akan bagus jika dia tetap bisa merasakan momen ini, meskipun sedih karena kemungkinan absen di Piala Dunia dan harus menjalani rehabilitasi panjang,” ujar Bosz.




