JAKARTA, DISWAY.ID – Pada Minggu 5 April, kapal tanker Malaysia lewati Selat Hormuz setelah mendapatkan izin dari pemerintah Iran.
Kapal Ocean Thunder dengan muatan sekitar 1 juta barel minyak mentah Basrah Heavy direncanakan akan sampai di Pengerang, Tanjung Penegelih Malaysia pada pertenghan april mendatang.
Dari data yang dilansir marinetraffic.com, kapal Ocean Thunder disewa oleh Petco, perusahaan energi negara Malaysia Petronas (IPO-PETO.KL) akan sampai di pelabuhan Malaysia pada 17 Maret mendatang.
BACA JUGA:Kemlu: Iran akan Kasih Lampu Hijau Kapal Tanker Pertamina Lewat Selat Hormuz
BACA JUGA:2 Kapal Tanker Indonesia Diberi Lampu Hijau Lewati Selat Hormuz, Masih Parkir di Teluk Persia
Izin kapal pengangkut minyak Malaysia ini sebelumnya juga telah diinformasikan oleh Anwar Ibrahim selaku Perdana Menteri Malaysia.
Selain itu, dikabarkan terdapat 7 kapal yang terkait dengan perusahaan-perusahaan Malaysia, di antaranya termasuk Petronas, Vantris Energy (VANT.KL), dan MISC (MISC.KL), yang sedang menunggu izin untuk melintasi jalur air tersebut, lapor kantor berita negara.
Sedangkan 2 kapal Indonesia yang bermuatan minyak masih terparkir di Selat Oman hingga saat ini, meskipun dari kaba yang beredar pemerintah Iran telah memberikan lampu hijau untuk izin keduanya.
BACA JUGA:Trump Kembali Beri Jeda 10 Hari Serang Iran Setelah Izinkan 10 Kapal Minyak Lewati Selat Hormuz
BACA JUGA:Tradisi Pelepasan Haji di Samarinda, Wali Kota Bekali 1.024 Jemaah Uang Saku Riyal
Sejauh ini Iran telah mengumumkan akan menarik sebesar 1 dolar amerika untuk semua kapal yang akan melewati Selat Hormuz.
Iran juga mengatakan, selain menarik pajak atas kapal yang lewat, pihaknya juga akan menyeleksi kapal negara mana saja yang diperbolehkan lewat selat tersebut.
Tidak hanya kapal tanker Malaysia, kapal tanker milik China juga beberapa waktu lalu telah berhasil melewati selat yang menghubungkan Selat Oman dengan Samudera India ini.





