Awal Pekan, Harga Pangan Nasional Masih Tertahan

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews, Jakarta

Komoditas Bumbu Dapur dan Beras Kualitas Super Mendominasi Kenaikan Harga di Pasar Eceran

Stabilitas harga pangan nasional kembali menjadi perhatian serius seiring dengan rilis data terbaru yang menunjukkan tren harga tinggi pada sejumlah komoditas esensial. 

Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) pada Senin  6 April 2026 pagi, tekanan inflasi pada tingkat pedagang eceran masih terasa signifikan di berbagai lini kebutuhan pokok.

Sektor bumbu dapur menjadi salah satu titik tekan utama. Komoditas bawang merah saat ini diperdagangkan pada kisaran Rp47.650 per kilogram, sementara bawang putih menyusul di angka Rp39.650 per kilogram. 

Tidak hanya itu, kelompok hortikultura seperti cabai-cabaian belum menunjukkan tanda-tanda pelandaian yang berarti. Harga cabai merah besar kini menyentuh Rp48.700 per kilogram, disusul cabai merah keriting dan cabai rawit hijau yang masing-masing bertahan di level Rp42.000 hingga Rp44.000 per kilogram.

Di sektor pangan pokok, komoditas beras menunjukkan disparitas harga yang cukup lebar berdasarkan klasifikasi kualitasnya. 

Masyarakat kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk beras kualitas super I yang mencapai Rp16.900 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas medium berada di rentang harga Rp15.700 hingga Rp16.050 per kilogram, dan varian kualitas bawah dipasarkan mulai dari Rp14.350 per kilogram.

"Data PIHPS mencerminkan dinamika harga pangan yang terus dipantau sebagai acuan bagi masyarakat dan pemangku kebijakan," sebagaimana dikutip dari laporan resmi PIHPS pada Senin.

Sektor protein hewani juga terpantau masih berada di level tinggi. Daging sapi kualitas utama dibanderol seharga Rp146.550 per kilogram, mengindikasikan beban biaya konsumsi protein yang tetap berat bagi rumah tangga. 

Sejalan dengan itu, harga daging ayam dan telur ayam ras yang tercatat di angka Rp32.300 per kilogram tetap menjadi indikator krusial dalam pergerakan inflasi pangan mingguan.

Selain pangan segar, kebutuhan manufaktur rumah tangga seperti minyak goreng dan gula pasir turut menyumbang tekanan ekonomi. 

Minyak goreng kemasan bermerek kini menyentuh angka Rp23.300 per liter, sedangkan gula pasir premium berada di angka Rp20.350 per kilogram.

Kondisi ini menuntut pengawasan ketat dari otoritas terkait guna memastikan distribusi berjalan lancar dan menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi pasar yang dinamis. 

Perkembangan harga ini akan terus menjadi indikator penting dalam pengambilan keputusan kebijakan pangan nasional ke depan.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gambaran Dramatis Bumi Dipotret Astronot dari Luar Angkasa
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PBNU ajak Shalat Ghaib untuk tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Debut Tak Mengesankan Cyrus Margono di BRI Super League Bersama Persija Jakarta, Apa Kata Sang Pelatih?
• 6 jam lalubola.com
thumb
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP, Dorong Digitalisasi Pendidikan di Wilayah 3T
• 4 jam laludisway.id
thumb
Dampak Harga Plastik Mahal Akibat Konflik Iran vs AS-Israel, Apa Langkah Pemerintah?
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.