PERDANA Menteri Inggris, Keir Starmer, menjadi sorotan setelah ia merespons ejekan dari Donald Trump terkait keputusan London yang menolak mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.
Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, ketika sejumlah sekutu Amerika Serikat mulai mempertimbangkan keterlibatan militer untuk mengamankan jalur energi global tersebut.
Dalam pernyataannya, Starmer menegaskan bahwa dirinya tidak akan mempertaruhkan nyawa warga Inggris hanya demi mengikuti tekanan politik atau terlibat dalam konflik yang dinilai tidak perlu.
Ia menekankan bahwa keselamatan rakyat Inggris adalah prioritas utama pemerintahannya.
Sebelumnya, Trump mengejek sikap Inggris dengan menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang “bermain-main” dalam urusan militer.
Namun, Starmer tetap pada posisinya dan menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Inggris harus didasarkan pada perhitungan strategis jangka panjang, bukan sekadar respons terhadap tekanan sekutu atau dinamika politik sesaat.sin
Editor : Redaksi





