Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat mampu membangkitkan semangat anak-anak untuk kembali memiliki harapan dan cita-cita.
Menteri Arifah mengatakan anak-anak terlihat sangat bahagia. Program ini membuat mereka yang sebelumnya merasa tidak mungkin melanjutkan sekolah, kini bisa bermimpi setinggi-tingginya. Program ini juga membantu meringankan beban keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Baca juga: Mensos apresiasi perubahan positif siswa di Sekolah Rakyat Jombang
"Dengan adanya dukungan tersebut, orang tua dapat lebih tenang dalam memastikan anak-anak mereka tetap bersekolah," ujar Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Hal itu dikatakan Arifah saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Jawa Timur.
Program Sekolah Rakyat menjadi solusi konkret untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam akses pendidikan.
"Program ini inisiatif luar biasa yang mampu menghadirkan keadilan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini menekankan pemenuhan hak dasar anak. Presiden Prabowo Subianto tidak menginginkan ada anak Indonesia yang tidak bisa makan, tidak ingin ada anak Indonesia yang sakit, dan tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa menempuh pendidikan," katanya.
Tidak hanya memberikan akses pendidikan, lanjutnya, program ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkembang dan membangun masa depan yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Arifatul Choiri Fauzi juga memotivasi para siswa, guru, dan wali asuh.
Menteri PPPA menegaskan para siswa adalah generasi masa depan Indonesia dan calon pemimpin bangsa, sehingga harus percaya diri, serta memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sebaik-baiknya.
Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang mulai berjalan Senin, 14 Juli 2025.
Baca juga: Pemprov Jatim sebut 19 lokasi Sekolah Rayat siap
Baca juga: Khofifah yakin Sekolah Rakyat efektif putus mata rantai kemiskinan
Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang sementara menempati Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung.
Sebanyak 100 siswa tingkat SMP dan SMA resmi menghuni asrama di SKB Mojoagung sebagai angkatan perdana. Rinciannya terdiri atas 50 siswa SMA serta 50 siswa SMP (28 perempuan dan 22 laki-laki).
SRT 8 Jombang didukung oleh 18 guru mata pelajaran, satu guru pendidikan agama Islam, 10 wali asuh, 4 wali asrama, serta tenaga pendukung lainnya, seperti petugas kebersihan, keamanan, dan juru masak yang dipimpin oleh 1 kepala sekolah.
Menteri Arifah mengatakan anak-anak terlihat sangat bahagia. Program ini membuat mereka yang sebelumnya merasa tidak mungkin melanjutkan sekolah, kini bisa bermimpi setinggi-tingginya. Program ini juga membantu meringankan beban keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Baca juga: Mensos apresiasi perubahan positif siswa di Sekolah Rakyat Jombang
"Dengan adanya dukungan tersebut, orang tua dapat lebih tenang dalam memastikan anak-anak mereka tetap bersekolah," ujar Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Hal itu dikatakan Arifah saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Jawa Timur.
Program Sekolah Rakyat menjadi solusi konkret untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam akses pendidikan.
"Program ini inisiatif luar biasa yang mampu menghadirkan keadilan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini menekankan pemenuhan hak dasar anak. Presiden Prabowo Subianto tidak menginginkan ada anak Indonesia yang tidak bisa makan, tidak ingin ada anak Indonesia yang sakit, dan tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa menempuh pendidikan," katanya.
Tidak hanya memberikan akses pendidikan, lanjutnya, program ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkembang dan membangun masa depan yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Arifatul Choiri Fauzi juga memotivasi para siswa, guru, dan wali asuh.
Menteri PPPA menegaskan para siswa adalah generasi masa depan Indonesia dan calon pemimpin bangsa, sehingga harus percaya diri, serta memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sebaik-baiknya.
Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang mulai berjalan Senin, 14 Juli 2025.
Baca juga: Pemprov Jatim sebut 19 lokasi Sekolah Rayat siap
Baca juga: Khofifah yakin Sekolah Rakyat efektif putus mata rantai kemiskinan
Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang sementara menempati Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung.
Sebanyak 100 siswa tingkat SMP dan SMA resmi menghuni asrama di SKB Mojoagung sebagai angkatan perdana. Rinciannya terdiri atas 50 siswa SMA serta 50 siswa SMP (28 perempuan dan 22 laki-laki).
SRT 8 Jombang didukung oleh 18 guru mata pelajaran, satu guru pendidikan agama Islam, 10 wali asuh, 4 wali asrama, serta tenaga pendukung lainnya, seperti petugas kebersihan, keamanan, dan juru masak yang dipimpin oleh 1 kepala sekolah.





