JAKARTA, KOMPAS.TV - Kenaikan harga kedelai mulai dikeluhkan para pelaku usaha kecil, khususnya perajin tempe di berbagai wilayah Indonesia. Alih-alih menaikkan harga jual, sebagian perajin memilih memperkecil ukuran tempe demi menjaga daya beli masyarakat.
Langkah ini terpaksa diambil karena harga kedelai yang sebelumnya berada di kisaran Rp9.000 per kilogram kini hampir menyentuh Rp11.000/kilonya. Kondisi tersebut semakin menekan pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan baku impor.
Tak hanya itu, tekanan biaya produksi juga diperparah dengan lonjakan harga bahan pendukung seperti plastik yang disebut meningkat hingga hampir 100 persen. Dari yang seharinya bisa memproduksi sekitar ratusan kilogram kedelai, kini mereka terpaksa menurunkan jumlah bahan baku produksi hingga 70 kilogram.
Baca Juga: Harga Kedelai & Plastik Naik, Perajin Keripik Tempe Terpaksa Naikkan Harga Jual | JURNAL NUSANTARA
Meski demikian, para perajin mengakui bahwa penyesuaian tersebut berdampak pada kualitas dan jumlah produksi yang dihasilkan.
"10,500. Ya tetap dijual aja. Harga kadang naik juga kalau mau. Harganya lokal mahal juga tempenya jadi kurang bagus," ujar Imam, perajin tempe dikutip dari YouTube KompasTV, Senin (6/4/2026).
Kenaikan ini tak hanya berpengaruh untuk perajin tempe saja, namun menjalar ke perajin lainnya yang menjadikan tempe menjadi bahan baku utama dalam kegiatan produksinya seperti penjual keripik tempe. Kenaikan harga bahan baku memaksa pelaku usaha untuk menyesuaikan harga jual agar tetap menutup biaya produksi.
Harga kedelai yang sebelumnya berada di kisaran Rp480.000 per 50 kilogram kini naik menjadi Rp550.000 per 50 kilogram. Sama halnya seperti sebelumnya, mereka menyatakan kenaikan tersebut turut diikuti oleh lonjakan harga plastik sebagai bahan kemasan yang semakin membebani biaya produksi.
Untuk menyiasati hal tersebut, pelaku usaha keripik tempe terpaksa menaikkan harga jual produk dari Rp44.000 menjadi Rp46.000 per kilogram, meski kenaikan dilakukan secara terbatas agar tetap terjangkau oleh konsumen.
Hiriyati, Perajin Keripik Tempe Sagu mengeluhkan tentang lonjakan harga kedelai jauh dari perkiraan. Menurutnya, kenaikan memang telah terjadi dari sebelum puasa, namun kini setelah lebaran harganya terus merangkak naik hingga menyentuh harga Rp550.000 per karungnya dengan berat sebanyak 50 kilo.
Penulis : Mareta Galuh Ayuningtyas Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- tempe
- kenaikan harga
- harga kedelai
- harga plastik
- perajin tempe
- perajin keripik tempe





