Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat mampu membangkitkan semangat anak-anak untuk kembali memiliki harapan dan cita-cita. Hal ini disampaikan Arifah saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang, Jawa Timur. Ia melihat anak-anak sangat bahagia.
Arifah menyebut program ini membuat anak-anak yang sebelumnya merasa tidak mungkin melanjutkan sekolah, kini bisa bermimpi setinggi-tingginya. Program ini juga membantu meringankan beban keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
"Dengan adanya dukungan tersebut, orang tua dapat lebih tenang dalam memastikan anak-anak mereka tetap bersekolah," ujar Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 6 April 2026.
Baca Juga :
Kemenko PM Monitoring Evaluasi Sekolah Rakyat Menengah Atas 22 Malang"Program ini inisiatif luar biasa yang mampu menghadirkan keadilan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini menekankan pemenuhan hak dasar anak. Presiden Prabowo Subianto tidak menginginkan ada anak Indonesia yang tidak bisa makan, tidak ingin ada anak Indonesia yang sakit, dan tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa menempuh pendidikan," ujar Arifah.
Tidak hanya memberikan akses pendidikan, program ini dinilai menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkembang dan membangun masa depan yang lebih baik. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Arifatul Choiri Fauzi juga memotivasi para siswa, guru, dan wali asuh.
Ilustrasi sekolah rakyat. Foto- Dok Metrotvnews.com
Menteri PPPA menegaskan para siswa adalah generasi masa depan Indonesia dan calon pemimpin bangsa, sehingga harus percaya diri, serta memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sebaik-baiknya. Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang mulai berjalan Senin, 14 Juli 2025.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang sementara menempati Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung. Sebanyak 100 siswa tingkat SMP dan SMA resmi menghuni asrama di SKB Mojoagung sebagai angkatan perdana. Rinciannya terdiri atas 50 siswa SMA serta 50 siswa SMP (28 perempuan dan 22 laki-laki).
SRT 8 Jombang didukung oleh 18 guru mata pelajaran, satu guru pendidikan agama Islam, 10 wali asuh, 4 wali asrama, serta tenaga pendukung lainnya, seperti petugas kebersihan, keamanan, dan juru masak yang dipimpin oleh 1 kepala sekolah.




